Citizen Reporter

Ketua KPU Sulsel Minta Mahasiswa ‘Memotong’ Money Politik

SULAWESINEWS.COM – Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memberikan contoh yang baik dalam pemilu.

Setidaknya harus memotong terjadinya praktek black campaign (kampanye hitam) dan money politik (politik uang).

Demikian ditegaskan Ketua KPU Sulsel Muh.Iqbal Latief, saat menerima kunjungan studi lapang mahasiswa Fisip Universitas Sawerigading (Unsa). Di Kantor KPU Provinsi Sulsel, Jl.AP. Pettarani No 102, Rappocini Kota Makassar, Selasa (19/12/2017).

Dijelaskan, praktek politik uang dalam regulasi pemilu. “Sanksinya berat karena yang memberi dan menerima akan kena hukuman,” tandasnya.

Sebagai negara menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi seharusnya pada saat pemilu tidak ada kandidat yang bertarung sendiri.

Setidaknya harus ada lawan politik sehingga tidak terjadi cacat demokrasi atau kotak kosong, tandas dosen Fisip Unhas ini.

Baca Juga:  SDM Perhubungan RI Stand Terbaik Sulawesi Expo Kopertis IX Sulawesi

Kotak kosong yang dimaksud adalah dimana pada saat pemilihan terdapat kertas suara dengan dua kotak.

Satu kotak berisi foto kandidat dan satunya lagi terdapat kotak kosong tidak ada foto kandidatnya, atau dengan kata lain cuma satu calon yang maju dalam pemilihan umum atau pilkada.

Muh.Iqbal menyampaikan kepada mahasiswa betapa pentingnya partisipasi masyarakat dan mahasiswa dalam pemilu raya atau pilkada.

Dalam pemilu ada dua hal yang menjadi perhatian utama partisipasi dan kontestasi. Data Pilwali Makassar 2013 angka partisipasi pemilih hanya 51 persen dari jumlah itu pemenang pilwali, Dani Pomanto  hanya sekitar 33 persen.

Dari realitas politik demikian itu berarti pemenang Pilwali 2013 adalah pemilih yang tidak datang memilih atau golput, tandas Iqbal yang juga mantan wartawan senior harian Pedoman Rakyat.

Baca Juga:  UKM Kosaster Siin Unasman Polewali Mandar Gelar Festival Teater se-Sulbar, Ini Jadwal Acaranya

Rombongan mahasiswa Fisip Sawerigading didampingi Dekan Fisip Dr.Muhammad Yahya Mustafa M.Si, Ketua Prodi Sosiologi Dr. Adi Sumandiar S.Sos M.Si, dan beberapa dosen lainnya. (*)

Laporan : Darsil Yahya M
Mahasiswa Hukum UNSA Makassar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top