Hukum & Kriminal

Polres Kolut Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun, Berikut Pemaparannya

KOLAKA UTARA, SULAWESINEWS.COM –  Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Utara (Kolut) menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2017 yang dihadiri oleh sejumlah awak media baik cetak maupun online di ruang data Bag Ops Polres Kolaka Utara, Minggu (31/12/2017).

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Kolut, AKBP Bambang Satriawan mengungkapkan, sepanjang dua tahun itu, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) dan Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) berhasil mengungkap 103 kasus dari 172 tindak kejahatan yang terjadi.

Sepanjang tahun 2016 hingga 2017, jajaran Polres Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) banyak mengungkap kasus kejahatan dan kriminal yang terjadi di daerah itu dan berhasil diselesaikan.

Dari ratusan kasus itu, Bambang mengakui, pihaknya lambat menyelesaikannya. Hal itu disebabkan karena kebanyakan pelakunya bersembunyi di luar wilayah Kolut. Diantara beberapa kasus yang pelik penyelesaiannya itu adalah tindak pidana Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), Narkoba dan peredaran Uang Palsu (Upal). Kasus ini terjadi di tahun 2016, dan para pelaku baru ditangkap tahun 2017.

Karena para pelaku bersembunyi di luar Kolut, Bambang mengaku pihaknya cukup kesulitan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres dimana pelaku berada.

Baca Juga:  Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolres Bersama Wabup Kolut Pantau Pos Pam

“Secara kesuluruhan kasus yang di tahun 2016 sebanyak 207 kasus yang terjadi, dan penyelesiannya sudah 141 kasus berdasarkan persentase 68 persen penyelesain ditahun 2016,” kata kata Bambang.

Sementara untuk kasus konvensional di tahun 2017, pihaknya juga menangani tindak pidana pembunuhan, amirat, pencurian dan pencemaran nama baik. Totalnya ada 193 kasus yang dilaporkan dan dapat terselesaikan 124 kasus.

“Kasus tersebut termasuk yang ditangani Polres dan tujuh Polsek di jajaran Kolut. Di tahun 2016 dan 2017 mengalami kenaikan 15 persen yang ditindak lanjuti. Baik atas laporkan masyarakat ataupun temuan anggota Polri sendiri,” jelasnya.

Bambang menambahkan, dalam tahun ini juga terjadi penurunan tindak pidana Narkoba, yakni tujuh kasus. Dibandingkan tahun 2016 lalu, mencapai 18 kasus. Kata dia, penurunan ini merupakan buah dari kerjasama kepolisian dengan para organisasi pemuda dan oraganisasi masyrakat di daerah itu dalam menangkal peredaran Narkoba.

“Untuk kasus narkoba Penyelesaian selesai semua 100 persen dan akan di limpahkan Kejakasaan untuk dilakukan penuntutan,” tambahnya.

Baca Juga:  Demi Pendidikan Anak di Desa, Polisi Ini Bangun Perpustakaan

Tak hanya itu, di tahun 2017 juga terjadi penurunan pada angka kecelakaan lalu litas di daerah itu. Dari 98 kasus pada tahun 2016 menurun hingga 64 kasus di tahun 2017. Hal ini juga dipengaruhi oleh peran kerjasama antara organisasi pemuda dengan polisi di daerah itu.

Bambang merinci, sebanyak 25 orang meninggal dunia 25, 34 orang luka berat dan 130 orang luka berat akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 2016. Angka ini menurun di tahun 2017 dengan rincian 14 orang meninggal dunia, 36 orang luka berat dan 81 orang luka ringan.

Kapolres berharap, di tahun 2018 ini, pihaknya dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memaksimalkan upaya penegakan hukum.

“Di Kabupaten Kolaka Utara ini dengan melibatkan semua elemen masyarakat, baik melalui tokoh masyarakat pemuda dan tokoh agama agar angka kriminal bisa semakin berkurang,” tutupnya

Reporter : Andi Momang

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top