Hukum & Kriminal

Innalillahi… Anggota Sabhara Polda Sultra Tewas di Tangan Senior

Salah satu pelaku penganiayaan terhadap Bripda Fathurahman, saat prarekonstruksi di Mapolda Sultra. (Foto: Istimewa)

KENDARI, SULAWESINEWS.COM – Brigadir Dua (Bripda) Muh. Fathurrahman Ismail, Seorang Bintara muda di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) tewas setelah diduga dianiaya oleh seniornya di barak Dalmas Polda Sulawesi Tenggara, Senin (3/9/2018) dini hari.

Kendati Fathurrahman Ismail sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawa korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah sakit Umum Daerah Kota Kendari, sekitar pukul 01.40 Wita.

Informasi yang diperoleh, penganiayaan terhadap Bripda Faturahman Ismail dilakukan oleh kedua seniornya, yakni Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan di dalam barak Dalmas Polda Sulawesi Tenggara.

Penganiayaan dilakukan dengan cara memukul dengan kepalan tangan kanan masing-masing sekali di bagian dada dan di bagian perut di bawah pusar kepada korban. Setelah dipukul di kedua bagian tubuh tersebut, Fathurrahman jatuh tersungkur dalam keadaan sudah tidak bisa bernafas dan muka pucat.

Baca Juga:  Tarik Paksa Mobil Konsumen, Leasing Adira Finance Akan Dipolisikan

Diduga penganiayaan itu dilatari masalah pribadi. Namun meski demikian, Polda Sultra masih terus menyelidiki pemicu dari aksi kekerasan di internal kepolisian tersebut.

Dalam peristiwa ini, sedikitnya 14 orang saksi dimintai keterangan. Sementara hasil outopsi menunjukkan, tulang rusuk korban mengalami keretakan dan luka kemerahan pada pembungkus jantung.

“Saksi yang sudah diperiksa Propam ada 14 orang yakni 9 dari rekan korban, 1 dari medis dokter kesehatan, dan 4 dari personil Propam yang saat kejadian sedang berjaga,” kata Kasubid Penmas Humas Polda Sultra, Kompol Agus Mulyadi kepada wartawan di Kendari, Selasa (4/9/2018).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua oknum polisi penganiaya itu kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Bid Propam dan Direktorat Kriminal Umum Polda Sultra.

Baca Juga:  Rumah Kepala SDN 1 Lametuna, Ludes Dilalap Si Jago Merah

“Akibat perbuatannya, Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan terancam dipecat dari institusi Polri,” ujar Agus Mulyadi.

Sementara itu, jenazah Fathurrahman Ismail dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Ponggiha Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut) Sultra dan sudah dimakamkan dengan upacara Kepolisian, Senin (3/9/2018).

Author : Dar, Sultan
Editor : Yusdi Muliady
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top