Headline

Seorang Tunawisma di Bone Ditemukan Tergeletak Berlumuran Darah

BONE, SULAWESINEWS.COM – Seorang pria paruh baya, Sunding, 60 tahun, menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sunding, yang juga seorang tunawisma dianiaya orang tidak dikenal saat dirinya tengah beristirahat atau tidur di depan toko perhiasan emas “Logam Mulia” di Jalan KS Tubun (kompleks eks pasar sentral) Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Saat ditemukan, korban terkapar dengan kondisi berlumuran darah. Warga pun langsung berkerumun di tempat kejadian perkara (TKP) namun tak seorang pun yang berani menyentuh korban karena mereka menduga jika korban sudah tak bernyawa, Rabu (31/10/2018) pagi.

Aparat Kepolisian dari Polres Bone yang mendapat laporan dari warga, langsung mendatangi dan melakukan olah TKP. Kemudian korban di bawa ke Rumah Sakit Dr M Yasin (Rumah Sakit Tentara Watampone) untuk perawatan medis.

Baca Juga:  Lembaga Poros Keadilan, Desak Kejaksaan Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi di Kolut

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma Praditya Negara yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Hanya saja, kata Dharma, korban belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam perawatan intensif.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh di TKP, selain barang bukti, Polisi juga mengamankan seperangkat Hardisk rekaman CCTV yang terpasang di toko emas tersebut.

Meski begitu, polisi belum mengetahui identitas pelaku dan apa motif penganiayaan tersebut. Namun saat ini, pelaku sedang dalam pengejaran polisi.

Suryanto, salah seorang kerabat korban yang ditemui di Rumah Sakit Dr M Yasin, mengatakan jika korban selama ini tidak punya tempat tinggal tetap (rumah).

“Selama ini dia (korban) tinggal di emperan toko atau kadang juga di Mushola,” ujar Suryanto, yang juga warga Lingkungan Seppae, Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone.

Baca Juga:  Kisruh Soal BSPS, Pemuda & Mahasiswa Demo

Suryanto, berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kerabatnya tersebut menderita luka memar dan luka sobek di bagian kepala dan muka.

Sekadar informasi, selama ini korban sehari-harinya dikenal warga sebagai kuli angkat barang di toko-toko sekitar dan juga truk yang kebetulan lagi bongkar muatan. (Yusdi Muliady)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top