Hukum & Kriminal

Penculikan Anak Anggota Brimob di Bone Ternyata Rekayasa

BONE, SULAWESINEWS.COM – Kabar penculikan anak yang viral di Bone, tepatnya di dusun Baringeng Desa Mattampa Bulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (20/12/2018) siang, ternyata hanyalah rekayasa.

Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, kepada wartawan menyebutkan, hal itu (rekayasa) terungkap setelah pihak kepolisian melakukan interogasi dan olah TKP di lokasi kejadian.

Selain itu, kata Kadarislam, bayi yang dikabarkan diculik tersebut bukanlah anak kandung dari anggota Brimob Batalyon C Bone, Brigadir Polisi (Brigpol) Rasyid (37) dan Anugrah Nurika (29). Namun bayi itu adalah anak adopsi yang diduga dari hasil hubungan di luar nikah dari pasangan bernama Ilham Rahman dengan Fitri Hendriani.

Ilham Rahman yang beralamatkan di kota Makassar, sedangkan Fitri Hendriani berasal dari Kabupaten Barru dan keduanya merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar.

Baca Juga:  Lagi, Resmob Polres Pinrang Bekuk Pencuri Handphone

“Keduanya sudah diamankan oleh tim gabungan Resmob Polda bersama Resmob Polres Bone di Kota Makassar,” kata Kapolres, Jumat (21/12/2018).

Sebelum diadopsi, kedua belah pihak (orang tua si bayi dan Anugrah Nurika) membuat sejumlah kesepakatan termasuk menggantikan biaya persalinan senilai delapan juta rupiah.

“Uang 8 juta itu tak dibayar semua, masih ada tersisa. Berselang beberapa waktu, orang tua kandung bayi ingin bertemu bayinya sekaligus mengambil sisa uang itu, meski sempat dibohongi oleh Anugrah Nurika dengan mengatakan bayinya meninggal. Namun orang tua kandungnya tidak percaya dan akhirnya datang ke rumah orang tua angkat menjemput si bayi,” Ungkap Kadarislam.

Karena tak ingin kebohongannya terungkap kepada suami, sehingga Anugrah Nurika (ibu angkat si bayi) membuat rekayasa penculikan.

Baca Juga:  Komando Pejuang Merah Putih Hadir di Bone

“Anugrah akan dijerat perbuatan laporan palsu sementara Fitri dan Ilham terkait penjualan anak. Kami dari Polres Bone menunggu perintah, apakah kasus ini ditangani Polda atau Polres karena kejadian penjualan bayinya itu terjadi di Makassar. Rekayasa penculikannya yang di Bone,” kata Kadarislam.

Hingga kini penyidik masih mendalami lebih jauh terkait kasus penculikan rekayasa itu, termasuk mencari tahu adanya kemungkinan orang lain terlibat selain dari pasangan kekasih dan istri polisi itu. (Yus)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

COPYRIGHT © 2015 - 2019 - PT SULAWESI MULTIMEDIA GRUP

To Top