Hukum & Kriminal

Anggota Kodim Mamuju Gagalkan Peredaran Sabu

MAMUJU, SULAWESINEWS.COM – Anggota TNI unit intel dari Kodim 1418 Mamuju, Sulawesi Barat, berhasil menggagalkan peredaran barang narkotika jenis sabu dengan proses transaksi melalui jasa kurir driver online (pengemudi ojek online), Sabtu (09/03/2019).

Penemuan barang haram tersebut berawal dari adanya laporan warga bernama Wahyudi, yang sebelumnya menerima jasa untuk menjemput barang berupa uang tunai sebesar Rp 400 000 dan satu kantong kresek warna hitam di rumah warga bernama Riska Amelia di Perumahan BTN Tarambang Mamuju.

Di tengah perjalanan, penerima barang menelpon driver online tersebut untuk mengecek paket itu dan menyuruh untuk membuangnya, sedangkan uang sebanyak Rp 400.000 agar ditransfer ke pemesan (Yanti).

Baca Juga:  Dua Pelaku Pembunuhan Wanita di Kolaka Utara Jalani Rekonstruksi

Karena merasa curiga, akhirnya Wahyudi menceritakan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya sesama driver dan membuka paketan tersebut.

Setelah dibuka dan diketahui paketan berisi barang terlarang, pengemudi ojek online melaporkan dan menyerahkan bungkusan kepada Serma Sumardi dan Sertu Nasrun yang merupakan anggota unit intel Kodim Mamuju di Warkop Kabata Jl Pettana Bone, Mamuju, yang saat itu berada di warkop tersebut.

Serma Sumardi dan Sertu Nasrun mengamankan barang bukti dan pengemudi ke kantor Kodim untuk keamanan dan kepentingan hukum.

Selanjutnya Komandan Kodim (Dandim) 1418 Mamuju Letnan Kolonel Inf Jamet Nijo S.Sos berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penyerahan barang bukti dan proses hukum selanjutnya.

Baca Juga:  Tanpa Ampun, Bandar Sabu di Sidrap Dihukum Penjara Seumur Hidup

Adapun barang bukti diserahkan kepada Brigpol Sahrun Syam anggota Polres Mamuju berupa satu paket sabu dalam kemasan plastik sachet, dua bungkus mie instan goreng dan empat lembar uang pecahan Rp 100.000.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

COPYRIGHT © 2015 - 2019 - PT SULAWESI MULTIMEDIA GRUP

To Top
error: Maaf hargai karya orang lain. Kalau mau copy artikel, hub admin