Karena Sebut Orang Bugis Perompak, Mahathir Dilapor Polisi

Karena Sebut Orang Bugis Perompak, Mahathir Dilapor Polisi

Sabtu, 21 Oktober 2017,

KUALA LUMPUR, SULAWESINEWS.COM – Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad secara terbuka menyinggung suku Bugis dalam pidatonya 14 Oktober 2017 lalu.

Dalam acara yang digelar Himpunan Rakyat Sayangi Malaysia ini Mahathir menyebut keturunan bugis sebagai orang-orang lanun (perompak).

Ia juga secara gambang menyebut julukan pencuri, penyabung bahkan perompak kepada orang Bugis.

Hal ini diungkapkan Mahathir kala menyinggung lawan politiknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak.

Seperti diketahui Najib Tun Razak memiliki darah keturunan Bugis.

“Mungkin kerana dia (Najib Razak) berasal dari lanun Bugis. Entah macamana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi baliklah ke Bugis,” kata Mahathir.

Anehnya, meski ujaran rasis ini disampaikan secara terbuka, ribuan pendukung Mahathir malah bersorak riang gembira.

“kita hari ini dipimpin oleh perdana menteri pencuri, penyabung, perompak. Inilah negara kita hari ini. dimana dia berasal dari tanur Bugis. Kembalilah ke bugis. Pencuri duit kita untuk kesenangan mewah dirinya dan keluarganya,” katanya.

Dilapor ke polisi
Menanggapi penghinaan ini Persatuan Suku Bugis di Johor, Malaysia resmi melaporkan Mahathir ke polisi setempat.

“Kami mengutuk ucapan kasar Tun Dr Mahathir yang mengatakan bahwa Bugis adalah seorang bajak laut. Kami telah membuat dua laporan polisi dan akan diikuti oleh beberapa laporan sehingga Tun Dr Mahathir meminta maaf secara terbuka,” kata Ketua Persatuan Suku Bugis di Johor, Datuk Awang Mohamad dikutip dari laman situs berita Malaysia, bharian.com, Selasa (17/10/2017).

Sementara itu, Ketua Persatuan Asosiasi Bugis di Kota Tinggi, Abd Kader Basok, turut melaporkan Mahatir ke Kantor Polisi Kota Penawar, Kota Tinggi.

Dalam laporannya, Mahathir harus segera meminta maaf kepada masyarakat Bugis di Malaysia.

Pidato Mahathir dinilai bukanlah seorang negarawan untuk membawa harmoni dan damai di dalam negeri.

Tak hanya itu, Mahathir juga dikecam warganet Indonesia dan diminta oleh beberapa pihak segera meminta maaf kepada Suku Bugis, terkait pidato politiknya yang secara gamblang menjelek-jelekkan Suku Bugis.

Sumber : Tribun Kaltim

TerPopuler