Sejumlah Jalan yang di Klasifikasi Jalan Kabupaten di Koltim Rusak Parah

Sejumlah Jalan yang di Klasifikasi Jalan Kabupaten di Koltim Rusak Parah

Jumat, 06 Oktober 2017,

KOLAKA TIMUR, SULAWESINEWS.COM – Akibat intensitas hujan yang mengguyur mulai awal Juni hingga memasuki bulan oktober 2017, kondisi sejumlah ruas badan jalan di kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang rata-rata tipe ruas badan jalan kabupaten rusak dan becek.

Pasalnya hujan yang mengguyur dan membasahi badan jalan yang sementara di kerja. Materialnya sangat peka terhadap air hujan sehingga licin dan gampang tertekan, akibatnya kendaraan berlumuran lumpur dan kesulitan saat melintasi beberapa areal jalan tersebut. Bahkan di areal titik yang sangat parah tak tanggung-tanggung Sopir truk memutar balik arah karena tak sanggup melanjutkan perjalanan.

Sejumlah jalan yang dimaksud memang belum  tersentuh aspal, berdasarkan pantauan diantaranya, ruas badan jalan di kecamatan Tinondo,  ruas badan jalan yang terletak di dekat perbatasan desa Lalowura kecamatan Loea, ruas badan jalan Peatoa, dan sebahagian ruas badan jalan desa Lara serta badan jalan yang menghubungkan desa Lara menuju ruas badan jalan poros provinsi desa Orawa tepatnya dekat perbatasan antara desa Lara dan desa Orawa yaitu disekitar Jembatan yang pembangunannya belum selesai.

Dengan kondisi jalan yang licin dan berlumuran lumpur, akibatnya aktivitas warga dan pengguna jalan merasa terganggu saat hendak melintasi sejumlah jalan berkubang dan mirip dengan sawah yang hendak ditanami padi.
Salah satu warga kelurahan  Loea Tono, menuturkan,  jika dirinya terpaksa tidak melintasi  ruas badan jalan  yang sering dilaluinya,  akibat becek dan rusak  parah.

Ruas badan Jalan yang dimaksud,  sebut Tono  adalah ruas jalan yang terletak di sekitar perbatasan desa Lalowura dengan desa Peatoa. Tono juga memaparkan , jika dirinya terpaksa memutar arah dengan menggunakan ruas jalan di desa Lara, karena ruas jalan yang terdapat di desa lara masih dapat dilaluinya dibanding dengan jalan yang dimaksudkannya.

“Terpaksa saya memutar lewat  desa Lara kalau saya mau masuk ke Iwoikondo karena di desa Lara masih bisa dilalui adaji juga yang rusak tapi tidak seperti di bagian Lalowura,”tutur Tono.

Ia  menjelaskan, ruas badan jalan yang rusak karena hujan yang mengguyur dan membasahi tumpukan material yang sementara dihampar. Menurutnya, Material tersebut  sangat peka terhadap air hujan disamping itu karena proses pekerjaan yang dilakukan bertepatan pada musim hujan.

Kepala Dinas (Kadis) PU Koltim, Bio Mansyur  yang  dimintai keterangan terkait dengan kondisi jalan tersebut  Ia memaparkan, bahwa kondisi cuaca seperti sekarang  dimanapun  ruas jalan sebahagian besar akan rusak ,  hal itu disebabkan karena cuaca  ekstrim sehingga sangat mempengaruhi penomena alam jadi menurutnya, dimanapun ruas jalan akan parah.

“Kalau itu yang parah tidak usah kita pungkiri lorong bupati saja itu  terbongkar semua aspal, dan itu   bencana,”tegasnya. (Darson)

TerPopuler