Diduga Lakukan Penipuan, Oknum Guru di Bone Dilapor Polisi

Diduga Lakukan Penipuan, Oknum Guru di Bone Dilapor Polisi

Rabu, 30 Januari 2019,

BONE, SULAWESINEWS.COM – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) diKabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang berinisial Mrt dipolisikan atas dugaankasus tindak pidana penipuan.

Mrt diketahui adalah seorang guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Watampone, dilaporkan di Polres Bone oleh warga yang bernama Siti Jaya (45), Senin (28/01/2019) lalu.

Andi Taslim, salah seorangkeluarga korban yang ditemui di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu(SPKT) Polres Bone, menyebutkan jika pihaknya melaporkan oknum tersebut kepolisi, lantaran dirugikan hingga belasan juta rupiah.

“Kami melaporkan oknumguru tersebut karena kami dirugikan senilai Rp 14.400.000. Dimana terlapormengambil barang berupa mebel di tempat kami, namun hasil dari penjualan mebeltersebut tidak ada sepeserpun diserahkan kepada kami,” ujar Andi Taslim.

Selain itu, disebutkan, oknumtersebut juga menggunakan nama palsu. Hal itu baru terungkap setelah pihakkorban menelusuri keberadaan terlapor.

“Terlapor menggunakan namapalsu atas nama Marhaeni. Hal ini baru kami ketahui setelah ditelusuri,ternyata terlapor bernama Mrt. Meski sudah banyak upaya yang kami lakukan,termasuk sering mendatangi tempat kerjanya namun oknum tersebut selalu berkelit.Bahkan jarang berada di tempat,” ungkap Andi Taslim dengan nada kesal.

Tak hanya itu, pihak korbanpun mengancam akan melaporkan oknum tersebut di Dinas pendidikan KabupatenBone.

“Saya juga akan melaporkanoknum tersebut di Dinas Pendidikan supaya dipecat, karena sudah merusak citraASN. Apalagi dia seorang pengajar,” pungkasnya.

Sementara itu, Mrt yanghendak dikonfirmasi di sekolah tempatnya mengajar, sedang tidak berada ditempat. Bahkah salah seorang rekannya menyebutkan jika yang bersangkutan jarangmasuk.

Kepala Sekolah Hj Rahmatia,yang dihubungi melalui telepon seluler menyebutkan, jika oknum tersebut sudah dialaporkan di Dinas pendidikan, karena kelakuannya sudah tidak bisaditoleransi lagi.

“Jarang masuk, kalau diadatang di sekolah paling sekitar 15 menit. Takut berlama-lama di sekolah,karena banyak penagihya yang selalu datang. Di rumahnya juga sulit ditemui. Sayasudah lapor di Dinas pendidikan, karena tidak bisa ditoleransi lagi. Bahkannamanya di daftar hadir di sekolah, sudah saya buka. Itu guru bajingan dek ,” ungkapHj Rahmatia, Rabu (30/01/2010).  

Hingga berita ini dimuat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis : Ani Hammer

TerPopuler