Lompat dari Kapal, Megawati Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Lompat dari Kapal, Megawati Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Minggu, 27 Januari 2019,

BONE, SULAWESINEWS.COM – Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Bone, SARBrimob Batalyon C Pelopor, Polairud, Polsek pelabuhan serta otoritas pelabuhanmasih melakukan upaya pencarian penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP)Mishima rute pelayaran Bone-Kolaka yang hilang di laut usai melompat dari ataskapal pada Jumat (25/01/2019) lalu.

Megawati alias Mega (27),warga Kelurahan Tahoa, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara(Sultra), dilaporkan hilang di laut setelah melompat dari atas kapal feri KMPMishima yang sedang berlayar dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, SulawesiSelatan (Sulsel) tujuan Kolaka, Sultra.

Meski sejumlah pihak ikutdalam pencarian di perairan Teluk Bone, namun hingga hari ini, Minggu(27/01/2019) korban belum juga ditemukan.

Kepala Basarnas Bone, AndiSultan, menyebutkan, proses pencarian pada hari kedua akan difokuskan di bagianwilayah pesisir.

“Kita akan menambahperahu karet, karena kita akan fokus melakukan pencarian di pesisir pantaiTanjung Pallette hingga memperluas di wilayah Cenrana,” ujar Andi Sultankepada Sulawesinews.com melalui WhatsApp.

Selain itu, kata Andi Sultan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk menghimbau para nelayan agar menginformasikan apabila menemukan korban.

Sementara itu, hingga kini belum diketahui motif Megawati hingga nekat bunuh diri dengan melompat ke laut. Namun informasi yang dihimpun, Megawati melakukan aksi tersebut usai menerima telepon dari seseorang.

Bukan Penduduk Asli

Meski korban mengantongiidentitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang beralamat di Kompleks BTN Tahoa, KecamatanKolaka, Kabupaten Kolaka, namun Megawati bukanlah penduduk asli Kolaka.

Keberadaan korban di Kolaka, hanyaikut bersama kakaknya yang berprofesi sebagai guru dan mengontrak rumah di BTNtersebut.

Kepala Lingkungan III BTNTahoa, Heri, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan hal itu.

“Keluarga besar korban ada di Bulukumba, Sulsel. Disini (BTN Tahoa) hanya kontrak rumah,” ujar Heri.

YUSDI MULIADY

TerPopuler