Dua Pelaku Pembunuhan Wanita di Kolaka Utara Jalani Rekonstruksi

Dua Pelaku Pembunuhan Wanita di Kolaka Utara Jalani Rekonstruksi

Senin, 25 Maret 2019,

KOLAKA UTARA,SULAWESINEWS.COM – Kepolisian Resor(Polres) Kolaka Utara (Kolut) menggelar rekonstruksi pembunuhan danpencabulan Safia (35), seorang wanita warga Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua,Kabupaten Kolaka Utara yang mayatnya ditemukan warga tergeletak di pinggirjurang.

Rekonstruksi dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, Iptu Ahmad Fatoni, Senin (25/3/2019).

Dalam rekonstruksi tersebut, duapelaku Bayu (26) dan Feri (21) memperagakan 31 adegan saat menghabisi nyawakorban dengan batu setelah melampiaskan nafsu bejatnya hingga membuang mayatkorban ke tepi jurang.

Iptu Fatoni menyebutkan,tujuan rekonstruksi ini untuk mendapatkan titik terang dan menyinkronkanketerangan para pelaku, serta menguatkan barang bukti perkara.

Dari 31 adegan yang diperagakankedua tersangka, terungkap bagaimana aksinya saat melakukan pembunuhan setelahpelaku menyetubuhi korban.

Iptu Fatoni menjelaskan,salah satu dari dua tersangka tersebut memiliki hubungan dekat dengan korban.

“Saat usai melakukan hubunganintim, korban meminta pertanggungjawaban. Saat itulah terjadilah sikap panikkepada pelaku ini. Akhirnya tiba-tiba yang bersangkutan pelaku mengambiltindakan menghilangkan nyawa korban dengan cara mencekik dan memukul kepalakorban dengan batu,” ungkap Fatoni.

Sementara itu, pelaku Bayudan Feri mengaku menyesali perbuatannya tersebut dan meminta maaf kepadakeluarga korban.

Kedua pelaku dikenakan pasalberlapis, yakni pasal 338 KUHP subsider pasal 286 dengan acaman 15 tahunpenjara.

Sekadar diketahui, korbanSafia ditemukan dalam keadaan berlumuran darah dan celana setengah terbuka, Minggu(3/3/2019) sekitar pukul 07.00 Wita.

Berselang lima hari kemudian,aparat Polres Kolaka Utara menangkap Feri warga Desa Simbula Kecamatan Katoi,dan Bayu warga Desa Lawadia Kecamatan Kodeoha.

Keduanya ditangkap di tempat persembunyiannyadi Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (07/03/2019).

Mereka merupakan para pelakupembunuhan yang disertai pencabulan terhadap korban Safia.

Dari hasil interogasi, pembunuhanterjadi lantaran pelaku Feri menolak untuk bertanggung jawab. Tapi korban mengancamakan melaporkan hal itu ke Kepala Desa.

Karena tak mau dilaporkan, Ferilangsung kalap dan mencekik leher korban sampai mengeluarkan darah dari mulut.

Tak hanya itu, di saat Ferimencekik leher korban, tiba-tiba Bayu keluar dari semak-semak dan ikutmenggauli korban dalam kondisi sekarat.

Usai para pelaku melampiaskannafsu bejatnya tersebut, keduanya pun menghantam kepala korban dengan menggunakanbatu besar.

Sebelum pelaku meninggalkan TKP, barang berupa dua unit HP milik korban juga dibawa pelaku.

ANDI MOMANG

TerPopuler