Bupati Sinjai Ikut Simulasi Pencoblosan di TPS, Ini Komentarnya

Bupati Sinjai Ikut Simulasi Pencoblosan di TPS, Ini Komentarnya

Rabu, 03 April 2019,

SINJAI, SULAWESINEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sinjai menggelar kegiatan simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2019, di pelataran Lapangan Sinjai Bersatu, Rabu (3/4/2019).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, Ketua dan Sekretaris KPU Sinjai, Sekretaris DPRD, Kapolres, Dandim 1424 Sinjai, Plt Kepala Inspektorat, Kadis Damkar dan Satpol PP.

Bupati Sinjai turut mengikutikegiatan simulasi tersebut dengan melakukan pencoblosan di TPS yang telahdisediakan oleh pihak penyelenggara.

Andi Seto mengatakan bahwa setelah melakukan simulasi pencoblosan tadi, dia mengaku untuk melakukan pencoblosan sebanya 5 surat suara teradapat kesulitan tersendiri. Seperti orang yang sudah berumur, kata Seto, pasti kesulitan karena di dalam kertas suara tersebut tidak terdapat foto calon, hanya nama calon dan nomor urut serta nomor urut partai.

“Saya tadi waktunya 2 menit melakukan pencoblosan, tetapi kesulitannya pada surat suara DPR RI, Provinsi dan surat suara DPRD Kabupaten yang kertasnya besar dan akan membuat warga yang sudah berumur kesulitan saat mencoblos, dan tentunya memakan waktu yang lama. Selain itu, setelah melakukan pencoblosan, pelipatan kembali kertas suara tersebut juga pasti kesulitan dan memakan waktu lama. Dan dikhawatirkan nanti akan menyebabkan kertas suara sobek,” ujarnya.

“Saya berharap, pihak KPU, calon dan bahkan pihak partai untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya tata cara mencoblos yang baik,” harap Seto.

Sementara itu, Ketua KPU Sinjai Muhammad Naim, mengatakan tujuan dilakukannya simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu ini, adalah memberi gambaran kepada masyarakat bagaimana proses pemungutan suara nanti.

Sedangkan untuk targetnya, Naim menambahkan, bahwa target pada pelaksanaan pemungutan suara nanti, yakni tidak melebihi waktu yang diberikan oleh KPU pusat, hanya selama 12 jam pada hari H nantinya.

“Dengan demikian, kita harus mengantisipasi dengan menghitung berapa waktu normatif yang akan dibutuhkan pada pelaksanaannya nanti,” tutup Naim.

TerPopuler