Tanpa Ampun, Bandar Sabu di Sidrap Dihukum Penjara Seumur Hidup

Tanpa Ampun, Bandar Sabu di Sidrap Dihukum Penjara Seumur Hidup

Sabtu, 06 April 2019,

SIDRAP, SULAWESINEWS.COM – Komitmen untuk melawan dan memberantas kasusperedaran narkoba di wilayah hukum kabupaten Sidrap, bukan isapan jempol belakaoleh tiga institusi penegak hukum yakni Polri, Kejaksaan dan Pengadilan.

Ketegasan itu dibuktikandengan menghukum empat orang pelaku penyalagunaan narkoba dengan divonis sangatberat. Mulai 20 tahun hingga hukuman seumur hidup.

Seperti dibuktikan dakwaan 4pelaku dengan dua kasus narkoba yang berbeda yakni pengungkapan 5 kilogrambandar dan kurirnya serta 1 kilogram yang kesemua TKPnya di Kabupaten Sidrap.

Untuk kasus sabu 5 kilogramitu, masing-masing Antoni bin Amang, (39) dan saudaranya Donni bin Amang (35)serta Munawir alias Saddang bin Rauf, (29).

Donni diputus penjara seumurhidup, sementara Antoni dan Saddang divonis 20 tahun penjara.

Sidang amar putusan ketiganyadibacakan  tim Majelis Hakim PengadilanNegeri (PN) Sidrap oleh Bintang AL, SH (Ketua) dan Andi Maulana, SH serta MuhFirman, SH masing-masing anggota pada Senin (1/04/2019) lalu.

Tim Majelis Hakim bersepakatdengan tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Sidrap masing-masing beranggotakan IrwanAshadi, SH (Kasie Pidum), Jhadi Wijaya,SH, Wiryawan Batara Kencana, SH.

Para JPU membuktikan dakwaanketiganya dengan tuntutan 20 tahun serta penjara seumur hidup itu berdasarkanpasal yang didakwakan yakni terpidana Donni, yang ditangkap di Jakarta 2Agustus 2018 lalu didakwa seumur hidup sesuai pasal 114 ayat (2) Junto pasal132 ayat (1) atau 112 ayat (2) Junto pasal 132 ayat (1) atau pasal 131 ayat (1).

Begitupun Antoni dan MunawirSaddang didakwa pasal dan ayat yang sama kecuali pengenaan pasal 131 UU RINomor 35 Tahun 2009 dengan vonis 20 tahun penjara.

Kajari Sidrap Djasmaniar SH MH,membenarkan tuntutan JPU sudah sejalan dengan Majelis Hakim yang menghukumberat para pelaku tanpa ampun.

“Mereka kita buktikan pasal tentang penyalagunaan narkoba yakni, Menyimpan, Memiliki, Menguasai, Menyediakan Narkoba jenis Gol.1 (bukan tanaman) dengan beratnya melebih 5 gram. Disini yang dilakukan pada 3 terdakwa ada permufakatan kejahatan terstruktur,” ungkap Djasmaniar saat ditemui di kantornya, Jumat (05/04/2019).

Sama putusan terpidanaAmiruddin, yang terbukti pengenaan pasal 114 Jo 112 yang di tuntut selama 20tahun dan putusan Majelis Hakim sepaham JPU.

“Kasus satu Kilogramdengan terdakwa asal Baranti bernama Amiruddin (36) ini, merupakan jaringanInternasional Indonesia-Malaysia. Dan juga lebih dulu divonis 20 tahun penjaradari tuntutan kami sama 20 tahun penjara. Alhamdulillah, bukti keseriusan kitaini menghukum para pelaku dengan vonis berat-berat,” tegas Djasmaniar.

Djasmaniar menjelaskan,alasan hukuman ke empat pelaku ini sama beratnya meski berbeda berat barangbuktinya itu untuk pembelajaran kasus penyalagunaan narkoba dimata hukum sama.

“Pelaku lima kg dan satukg itu sama vonis berat, karena mereka merupakan jaringan internasionalMalaysia. Dan ini merupakan pembelajaran bagi lainnya, jika di mata hukum kamiperlakukan hukuman sama. Di atas lima gram hingga kiloan itu kita hukumseberat-beratnya tanpa ampun,” lontarnya.

Sementara, Flasbackpengungkapan kasus lima kilogram ini berawal ketika Badan Narkotika NasionalProvinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Ditresnarkoba Polda Sulselmelakukan ungkap kasus.

Sabu sebanyak lima kgberhasil disita di Kabupaten Sidrap, Sulsel, Kamis (19/07/2018) lalu.

Barang terlarang itu ditemukandi dua lokasi berbeda di Kelurahan Macowaralie, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap.

Dalam kasus ini, Tim gabunganturut mengamankan tersangka. Yakni, Antoni bin Amang, (39) dan Munawir aliasSaddang bin Rauf, (29). Kemudian satu tersangka berinisial Antoni yang berperansebagai penerima barang.

Diduga kuat, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka diketahui, pengiriman sabu-sabu itu dikendalikan seseorang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Maros, Sulsel.

Sementara kasus 1 Kilogram dengan pelaku Amiruddin (36) asal kecamatan Baranti ini bermula setelah aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap menangkap tersangka di Desa Talumae, Kecamatan Watangsidenreng, Sidrap, Senin (22/10/2018) lalu. (Dian)

TerPopuler