Pelaku Penganiayaan Wartawan di Kolut Hanya Kena Pasal Tipiring

Pelaku Penganiayaan Wartawan di Kolut Hanya Kena Pasal Tipiring

Jumat, 17 Mei 2019,

KOLUT,SULAWESINEWS.COM – Kasus penganiayaan terhadap Rusman (29), salahseorang wartawan media online zonasultra.com yang bertugas di Kolaka Utara(Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah disidangkan di Pengadilan Negerisetempat, Kamis(16/5/2019).

Rusman dipukuli saat melakukan liputan di SPBU Lapai,Kecamatan Ngapa, Kolaka Utara, Rabu (15/5/2019).

Pelaku diketahui bernama Andi Anto. Namun anehnya, pelakuhanya dikenakan pasal tindak pidana ringan (Tipiring).

Sidang perdana yang dipimpin oleh Nugroho Prasetyo Hendro SH MH dimulai sejak pukul 14.00 denganagenda mendengarkan keterangan dari saksi pelaku penganiayaan yang berjumlah 2orang, antara lain karyawanSPBU dan masyarakat setempatyang menyaksikan kejadian tersebut.

Dalamketerangan saksi pelaku, mereka menjelaskan kalau mereka tidak melihat kejadianpemukulan. Yang mereka lihat cuma dorongan yang dilakukan tersangka kepadakorban.

Begitu pun juga dengan keterangan saksi, pelaku Andi Anto, saat dimintaiketerangan oleh pimpinan sidang juga membantah kalau dirinya melakukan pemukulan.

“Sayahanya mendorong dari belakang yang mulia dan tidak melakukan pemukulan terhadap korban,” kata Andi Anto.

Sidang sempat diskorsing selama 15 menit, karenaketerlambatan saksikunci dari korban yang sementara mengikuti kegiatan di Kantor Bupati Kolaka Utara.

Sidang dilanjutkan kembali sekitar pukul 16.00 setelah saksi korbanhadir dalam persidangan.

Di hadapan pimpinan sidang korban (Rusman), memberikan keterangan kalau dirinya merasakan ada pukulan kerasdi bagian belakang kepalanya.

Bahkan akibat pukulan itu, kata Rusman, masih terasa selama 1 jam setelah pemukulan. 

“Sayamerasakan ada pukulan keras dari belakang. Tapi saya tidak tau pelakunya siapa.Setelah kejadian, teman memberitahukan kalau pelakunyaadalah orang yang berbaju merah, yaitu Andi Anto,” ungkap Rusman.

Setelahmendengarkan keterangan dari saksi kedua belah pihak, pimpinan sidang memberikan pandangan terkait kasus tersebut dan sidang akandilanjutkan keesokan harinya, pada Jumat (17/05/2019).

“Sebenarnyawaktu sidangkalau ramadhan hanya sampai pukul 15.00. Tapi karena saksinya tinggal satu, jadi kita lanjutkan. Olehnya itu, saya tidak mau cepat-cepat memutuskanjangan sampai saya salah dalam mengambil keputusan.” ujar Nugroho.

Diakhirpersidangan, pelakupenganiayaan sempat mengutarakan penyesalannya atas kejadian tersebut.

“Sayamenyesal, saya khilaf atas kejadian ini.” katanya.

Sementara itu kuasa hukum korban, Wawan SH, mengaku akan melakukan laporan ke Mapolres Kolaka Utara terkait profesi kliennya adalah wartawan yangsaat itu melakukan tugas jurnalistik.

“Kami akan melakukan pelaporan kembali di Polres Kolut, karena klien kami saat itusedang menjalankan tugas jurnalistik dan seharusnya pasal yg akan dikenakankepada pelaku adalahpasal 18 UU Pers No 40 Tahun 1999 Tentang Pers,” beber Wawan.

Diberitakan sebelumnya, pemukulan tersebut terjadi padahari Rabu (15/5/2019), sekitar pukul 08.40 Wita di SPBU Lapai. Pada saat itu,sejumlah kendaraan antri di SPBU tersebut.

Kendaraan Rusman sendiri ikut mengantri di dalamnya. Namunsetelah beberapa menit kemudian ikut mengantri, ia melihat salah seorangpetugas SPBU sedang mengisi BBM premium bersubsidi ke dalam puluhan jerigen disebuah mobil.

Melihat hal itu, Rusman langsung merekamnya dan bermaksudmengkonfirmasi. Tapi tiba-tiba secara spontan petugas SPBU itu berhenti danberusaha berusaha merampas perekam atau kameranya.

Meski saat itu korban memberitahukan identitasnya sebagaiwartawan, malah seseorang yang diketahui bernama Andi Anto langsung melakukanpemukulan dari belakang.

Diduga pelaku pemukulan (Andi Anto), merasa terusikdengan kehadiran wartawan di SPBU tersebut. Karena pelaku diketahui adalahsalah seorang pengecer BBM yang kerap mangkal di SPBU tersebut.

Atas tindak kekerasan yang dialaminya, akhirnya korbanmelaporkan hal itu di Polsek Ngapa. (AndiMomang)

TerPopuler