Agar Konflik Tidak Berkepanjangan, Danrem 143 Halu Oleo Ajak Warga Saling Memaafkan

Agar Konflik Tidak Berkepanjangan, Danrem 143 Halu Oleo Ajak Warga Saling Memaafkan

Senin, 10 Juni 2019,

BUTON, SULAWESINEWS.COM – Pertemuan dan silahturahim sekaligus doa bersamayang digagas oleh Danrem 143 Halu Oleo, Kolonel Inf Yustinus, bersama perwakilantokoh Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo berlangsung di kantor Desa KuraaKecamatan Siontapina Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu  (09/06/2019).

Danremmenjelaskan, bahwa TNI menyikapi permasalahan ini dengan posisi netral dantidak membantu salah satu pihak.

“Mari kitahilangkan rasa dendam, bila masih ada perasaan amarah tentunya membuat hidupkita tidak tenteram,” ujarnya

“Permusuhandapat merugikan diri sendiri maupun orang lain bahkan dapat mencoreng nama baikdesa,  dampak konflik juga berakibathidup menjadi tidak tenang, bahkan roda perekonomian terganggu dan rasa takutselalui menghantui,” sambungnya

Danrem juga mengimbaukepada para pihak terkait seperti kepala desa, para tokoh masyarakat, tokohpemuda untuk kroscek terhadap berita atau informasi yang diperoleh serta harusmengetahui kondisi warganya.

“Sebagaiumat beragama, mari mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimakhluk ciptaanNya harus bisa saling memaafkan. Saling bergandengan tangan,saling berkunjung untuk bersilaturrrahmi agar terhindar dari konflik yangberkepanjangan,” ucap Kolonel Yustinus.

Implementasikannilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari, kata Danrem, sehingga dapathidup berdampingan dengan harmonis.

Ia pun menjelaskanbahwa kedepannya akan menempatkan masing-masing 1 (satu) Babinsa, baik untukdesa Gunung Jaya maupun desa Sampuabalo.

Sementara itu, PemerintahKabupaten Buton melalui Camat Siontapina, Larahadi, sangat mengapresiasi  langkah-langkah Danrem 143 Halu Oleo dalammenangani konflik maupun pasca konflik.

“Yang mengajakkedua belah pihak dari warga desa yang berseteru untuk menghilangkan rasa egomasing-masing dan mengajak masyarakat untuk bisa menerima dan menghargai niattulus Pak Danrem dalam upaya penanganan guna mewujudkan kedamaian,” ujarLarahadi.

“Mari kitadukung bersama, merajut kembali keberasamaan, saling komunikasi dan bersilahturahim,”tutupnya.

Sekadardiketahui, sebelumnya konflik terjadi antar warga Desa Sampoabalo dengan DesaGunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton mengakibatkan dua orangmeninggal, delapan luka-luka dan 87 rumah terbakar, Rabu (5/6/2019) lalu. (*)

TerPopuler