Pemkab Sinjai Gelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat, Ini Tujuannya

Pemkab Sinjai Gelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat, Ini Tujuannya

Selasa, 18 Juni 2019,

SINJAI,SULAWESINEWS.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Drs. Akbar M.Si menghadiri sekaligus membuka acaraPendidikan dan Latihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat 2019.

Diklat Dasar-Dasar Keselamatan Kapal Tradisional (BST KLM)dan Kecakapan Kapal Tradisional (SKK 60 MIL) asal Sinjai yang berlangsung diHotel Rofina, Senin (17/6/2019).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Ir. Sultan H.Taremenyampaikan bahwa Diklat yang di laksanakan ini merupakan kerjasama PemerintahKabupaten Sinjai dan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

Adapun jumlah peserta yang mendaftar melebihi target yakni200 orang ternyata yang mendaftar kurang lebih 240 orang, sehingga sebagianpendaftar dikategorikan cadangan dan mudah-mudahan kedepan dapat diakomodir semua.

“Pendaftaran yang kita lakukan ini betul-betul khususpara nelayan yang ada di empat kecamatan di daerah pesisir pantai yaituKecamatan Sinjai Utara, Sinjai Timur, Pulau Sembilan dan Tellulimpoe. Adapuntujuan kegiatan ini di laksankan untuk meningkatkan sumber daya masyarakatkhususnya nelayan agar mereka bisa menjaga keselamatan pada saat merekaberlayar dan akan melakukan penangkapan ikan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Sinjai Akbar dalam sambutannyamenyampaikan bahwa Kabupaten Sinjai dalam melakukan penangkapan ikan bukanhanya di sekitar perairan Sinjai atau Teluk Bone, namun nelayan Sinjai dalammelakukan penangkapan ikan meliputi wilayah di Selat Bali, Laut Jawa, LautFlores dan termasuk dalam wilayah pengelolaan perikanan (WPP-713).

“Nelayan di Kabupaten Sinjai merupakan kontributorterbesar dalam produksi perikanan, khususnya penangkapan ikan,” jelas Akbar.

Menurutnya, pemanfaatansumber daya ikan harus dilakukan dengan memperhatikan para nelayan denganmelakukan pemberdayaan kepada kelompok nelayan kecil melalui peningkatanteknologi dan kapasitas sarana dan prasarana perikanan tangkap

“Adapun salah persyaratan yang harus dimiliki olehNahkoda (juragan) kapal untuk melakukan penangkapan ikan adalah suratketerangan kecakapan (60 MIL)  sebagai Nahkoda dan sebagai kepala kamarmesin (BAS) yang baru sebagian kecil dimiliki oleh nelayan,” tuturnya.

Turut hadir Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar,Kepala Dinas Perikanan, para peserta. (Adv)

TerPopuler