Ramai-ramai Naik Bendi, Warga Polman Ziarahi Makam Ulama

Ramai-ramai Naik Bendi, Warga Polman Ziarahi Makam Ulama

Kamis, 13 Juni 2019,

POLMAN, SULAWESINEWS.COM – Warga Desa Pambusuang, KecamatanBalanipa, Kabupaten Polewali Mandar,Sulawesi Barat (Sulbar), mempunyai tradisi unik setelah merayakan hariraya Idul Fitri.

Mereka berziarah ke makam para ulama besar yang merupakan penyebar agama islam pertama di Tanah Mandar.

Puluhan bendi ataudelman ini melakukan iring-iringan ke Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, PolmanSulbar tempat makam ulama Al Habib Alwi Bin Abdillah Bin Sahil Jamalullail,penyebar agama islam pertama di Tanah Mandar.

Makam Al Habib Alwi Bin Abdillah Bin Sahil Jamalullail terletak di dalam masjid besar Campalagian,Desa Bonde, Kecamatan Campalagian,salah satunya yang diziarahi. Didepan makam, warga kemudian melantunkanayat suci Alquran dan memanjatkan doa.

Salah satu tokoh agama yang memimpin doa, Ustadz H. MuhammadHikman ziarah mengatakan, ziarah ini merupakan agenda tahunan sebelum Ramadhandan sesudah lebaran.

“Kami orang Pambusuang dan sekitarnya punya keyakinanbahwa silaturrahmi bukan hanya buat orang yang masih hidup, tapi bagi merekayang lebih awal kembali kerahmatullah,” ujarnya

Selain ziarah ke makam Al Habib Alwi Bin Abdillah Bin SahilJamalullail, rombongan juga berziarah kemakam ulama lainnya yakni Habib JafarBin Toha Al Mahdalily, yangletaknya masih berada di Desa Bonde.

Setelah itu, rombongan kemudian berziarah ke makam KH.Muhammad Tahir atau Imam Lapeo. Makam Imam Lapeo sendiri berada di sampingmasjid Nuruttaubah, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian.

Dimakam Imam Lapeo, warga kembali  ziarahdiakhiri dengan cara berdizikir dan melantunkan ayat suci Alquran dan berdoa disamping makam.

Selesai dari makam para ulama-ulama besar yang ada di Tanah Mandar, rombongan bendi atau delman ini langsung menujuke Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung, untuk melakukan ziarah kubur dimakam 40.000 jiwa.

Camat Balanipa Arifin Halim menjelaskan, makna dari ziarahbendi ini menandakan bahwa jaman dahulu adalah alat transportasi yang digunakanoleh para ulama untuk melakukan syiar islam.

“Wilayah saya sebagai wilayah religius, memang haruskita betul-betul bangkitkan semangat religius itu, oleh itu seluruh majelistaklim dan warga berkomitmen berziarah ke makam ulama besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua tim penggerak PKK Kecamatan Balanipa,Saba Hannur mengatakan, tujuan ziarah adalah untuk lebih mengetahui syiar agamIslam pada jaman dahulu, dan bagaimana kita hubungan silaturrahim antaramasyarakat dan pemerintah itu lebih erat.

“Kami menggunakan bendi alat transportasi karena kamimelihat populasi bendi semakin hari semakin hilang tergerus jaman. Bagaimanakita tetap mempertahankan alat transportasi bendi,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Didin Fakhruddin, Mahasiswa Komunikasi & Penyiaran Islam UINAM

TerPopuler