Terkait Sistem Zonasi yang Diberlakukan Kementerian Pendidikan, Ini Kata Bupati Sinjai

Terkait Sistem Zonasi yang Diberlakukan Kementerian Pendidikan, Ini Kata Bupati Sinjai

Rabu, 31 Juli 2019,

JAKARTA, SULAWESINEWS.COM – Pada saat digelar Rapat Koordinasi Perencanaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2020-2024 dan pengadaan ASN tahun 2019, di Hotel Bidakara,Jakarta, Selasa, (30/7/2029), dibahas pula mengenai kebijakan sistem zonasi yangdiberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mulai tahun ini.

MenteriPendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy dalam sambutannya mengatakanbahwa sebagai upaya peningkatan pengembangan SDM di Indonesia, Kemendikbudmemberlakukan sistem zonasi untuk siswa baru. Hal ini menurutnya akandilaksanakan secara bertahap.

“Sistemzonasi bertujuan untuk menghilangkan kesenjangan akses pelayanan kepadamasyarakat di bidang pendidikan. Kebijakan ini semata-mata bertujuan agarmasyarakat mengakses pendidikan yang sama. Diharapkan pemerintah daerah dapatikut melaksanakan sehingga pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosokbisa terwujud,” jelasnya.

Mengenaisistem zonasi, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, mengatakan bahwapemerintah daerah berupaya memaksimalkan pelaksanaan sistem zonasi yang mulaiberlaku tahun ini. Ia juga menambahkan bahwa kedepannya perlu dilakukanevaluasi bagaimana penerimaan masyarakat terhadap sistem zonasi, bagaimanakondisi infrastruktur, maupun tenaga pengajarnya.

“Dengansistem ini diharapkan semua sekolah di Sinjai memiliki kualitas yang sama. Kitajuga akan merekrut dan mendistribusikan tenaga-tenaga guru berkualitas keseluruh sekolah secara merata sehingga tidak bertumpuk pada sekolah-sekolahtertentu saja. Nantinya anak-anak kita akan mendapatkan pendidikan yang sama,tidak ada lagi istilah sekolah unggulan,” kata Seto

Pembahasansistem zonasi ini berkaitan dengan rencana perekrutan Calon Pegawai NegeriSipil bidang pendidikan yaitu guru yang masih menjadi kebutuhan utama seluruhdaerah di Indonesia.

TerPopuler