Gunakan Bom, Tiga Nelayan di Kolaka Utara Dibekuk Polisi

Gunakan Bom, Tiga Nelayan di Kolaka Utara Dibekuk Polisi

Rabu, 25 September 2019,

KOLUT,SULAWESINEWS.COM – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kolaka Utara(Kolut) menangkap tiga orang nelayan di pesisir pantai Teluk Bone, DesaTambuha, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara, beberapa waktu lalu.

Para nelayan itu dibekuk polisi karena menggunakan bahanpeledak (bom ikan) untuk menangkap ikan.

Ketiga pelaku berinisial O (46), J (32) dan D (16). Parapelaku merupakan warga Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.

“Beberapawaktu yang lalu kita telah mengungkap satu kasus tindak pidana bom ikan yangkejadiannyapada tanggal 19 Agustus 2019. Tempat kejadian perkara (TKP) di pesisir Pantai Dusun Enam Desa Tambuha, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara,” ujar KapolresKolaka Utara AKBP Susilo Setiawan SIK, saat menggelar konferensi pers di AulaPolres Kolut, Selasa (24/9/2019).

Susilo menjelaskan, pengungkapan kasus itu dilakukan personil Polsek Ngapa dengan melakukan pengintaian di sebuah pondok yang terletak di pesisir pantai tersebutyang diduga sebagai tempattinggal sementara para pelaku,sekaligus lokasi pembuatan bom ikan sebelum mereka turun ke laut untuk melakukan pengeboman ikan.

“Sekitarpukul 06.45 Wita, polisi melakukan pengintaian di seputaranpondok dan terlihat parapelaku memindahkan sebuah jerigen ke atas perahu, seketika itu juga dilakukan penggerebekan dan ditemukan bahan peledak bom ikan yangsudah diisi kedalam botol yang siap digunakan untuk mengebom ikan,” jelasSusilo.

“Setelahitu kami melakukan pengembangan dan hasilnya ditemukan di beberapa pupuk yang sudah disimpan di dalamjerigen yang disembunyikan di seputaran TKP. Tiga orang pelaku yang merupakan masih satu hubungan keluarga yang terdiri dari seorang perempuanberinisial O, duaorang anaknya jeniskelamin laki-laki dengan inisial J dan D,”sambung Susilo.

Lanjut Susilo, para pelaku dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Darurat tahun 1951 tentangbahan peledak.

“Kemudianuntuk penanganan perkara khusus diantara tiga pelaku, ada yang masih dibawah umur sehingga berkasnya kita split. Ini berlaku terhadap pelaku denganinisial D karena yang bersangkutan masih dibawah umur dan diperlakukan Sistem Pradilan Pidana Anak (SPPA). Untuk tersangka yang lain tetap diproses seperti biasa,” ujar Kapolres.

Adapun barang bukti yang diamankan oleh polisi, yakni tujuh botol bahan peledak berupa pupuk siappakai yang sudah dipasangi sumbu, lima botol bahan peledak berupa pupuk yang sudah dikemas didalam botol plastik, satu buah jerigenukuran 35 liter berisikan bahan peledak berupa pupuk,satu buah jerigenukuran 10 liter berisi bahan peledak berupa pupuk, satu buah jerigen ukuran 5 liter berisikan bahanpeledak berupa pupuk.

Tigabuah besi pemadat sumbu, satu buah gulung selang plastik, empatbatang sumbu atau dopis pupuk yang terbuat dari selang plastik yang berisi korek kayusiap pakai, satubuah korek api merk gogo berisi 10 buah, dua buah korek gas dan tiga gulungobat nyamuk.

“Ketiga pelaku sudah kita proses, dan insya Allahuntuk berkas yang kedua sudah bisa dilaksanakan tahap dua,” kata Susilo.(Andi Momang)

TerPopuler