Pengadilan Negeri Lasusua Berlakukan Aplikasi Surat Keterangan Elektronik, Begini Caranya

Pengadilan Negeri Lasusua Berlakukan Aplikasi Surat Keterangan Elektronik, Begini Caranya

Kamis, 05 September 2019,

KOLUT,SULAWESINEWS.COM – Menindaklanjuti surat keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan UmumMahkamahAgung RI, Nomor: 44/DJU/SK/HM02.3/2/2019Tentang Pemberlakuan Aplikasi Pelayanan Terpadu Satu PintuPlus (PTSP+) dan Surat Keterangan Elektronik (Eraterang) di lingkunganperadilan umum.

PengadilanNegeri (PN) Lasusua, Kolaka Utara, sejak 1 Juli 2019 mulai memberlakukan sistem aplikasi Eraterang berbasis online.

Menurutketerangan PanitraMuda Hukum PN Lasusua, Sulfikar SH, bahwa aplikasi elektronik surat keterangan yang disingkateraterang merupakan layanan permohonan surat keterangan secara elektronik yangdapat diakses oleh pemohon dimanapun berada selama tersedia jaringan internet,baik melalaui smartphone ataupun komputer.

“Sistem ini merupakan trobosan baru MA dalam rangka memudahkan pelayanan masyarakat yang membutuhkan jenis surat tertentu,” jelas Sulfikar kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Dengan menggunakanaplikasi ini, kata Sulfikar, masyarakat dapat mengakses lima jenis surat keterangan antara lain:surat keterangan tidak sedang dinyatakan pailit, surat keterangan tidak pernah sebagaiterpidana, surat keterangan tidak sedang dicabut hak pilihnya, surat keterangandi pidana karena kealpaan ringan atau alasan politik, dan surat keterangantidak memiliki tanggungan utang secara perorangan dan atau secara berbadanhukum yang menjadi tanggungjawab yang merugikan keuangan negara.

“Masyarakatdapat mengakses layanan ini melalui website https://eraterang.badilum.mahkamahagung.go.iddengan menggunakan emaildengan terlebih dahulu melengkapi syarat-syarat berkas yang diperlukan dalambentuk format Jpg atau Pdf sebagai berikut. Dokumen identitas (KTP/SIM/Paspor),SKCK, Foto latar merah ukuran 4×6, serta dokumen permohonana,”terang Sulfikar.

“Adapuntahapan permohonan, pemohon melakuakan pendaftaran pengguna pada aplikasieraterang, selanjutnya pemohon melakukan permohonan dengan mengimput formulirelektronik yang sudah disediakan, tahap selanjutnya pengadilan akan melakukanverifikasi data pemohon dan melakukan cek pada basis data perkara nasional padaaplikasi PTSP+, setelah itu, pengadilan cetak surat keterangan pada aplikasiPTSP+.

Tahap akhirpemohon datang ke pengadilan dengan membawa surat permohonan yang dicetak dariaplikasi eraterang untuk mengambil surat keterangan,” sambungnya.

Selain itu,Humas yang juga hakim PN Lasusua Anjar Kumboro, SH MH menghimbau kepada seluruhmasyarakat, pemerintah desa, instansi pemerintah dan insan pers turut membantumensosialisaskan sistem eraterang ini kepada masyarakat sehingga dapatmemudahkan dan mengedukasi masyarakat dalam mengakses surat keterangan yangmereka butuhkan dimanapun mereka berada. (Andi Momang)

TerPopuler