Program Disdukcapil Sinjai Lolos Top 10 Inovasi Pelayanan Publik

Program Disdukcapil Sinjai Lolos Top 10 Inovasi Pelayanan Publik

Sabtu, 21 September 2019,

SINJAI,SULAWESINEWS.COM – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah ProvinsiSulawesi Selatan (Sulsel), menetapkan Program inovatif Pemerintah KabupatenSinjai masuk dalam “10 Top Inovasi Pelayanan Publik ”.

Dua inovasi unggulannya “Laki Keren dari Desa dan Pelangi Warga” membawa Sinjai sebagai finalis 10 Besar Governor Awards For Innovation (Gafi) 2019 dipresentasikan langsung oleh Wakil Bupati Sinjai, Hj Andi Kartini Ottong, Jumat (20/9/2019) yang berlangsung di ruang platinum Hotel Grand Asia, Kota Makassar.

Program yang telah berjalan sejak Januari 2016 inidipresentasikan oleh Wakil Bupati Andi Kartini dan diuji dihadapan 7 orangpanelis untuk bisa lolos ke-9 besar.

Para panelis yang berasal dari akademisi, profesional danpraktisi masing-masing, Dr Jayadi Nas, Prof Syamsu Alam, Dr Akbar, Prof Hery Thahir,Prof Sangkala, Dr Suharman dan Asmi Citra Marlina, Ph.D yang kesemuanya berasaldari Universitas Hasanuddin Makassar.

Wakil Bupati Andi Kartini Ottong didampingi Kepala DinasKependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)Sinjai, Drs Akmal dan Kepala Seksipemanfaatan data, Fahri memaparkan Laki Keren dari Desa dan Pelangi Wargaselama 30 menit.

Sesi I dimulai dari latar belakang dicetuskannya programPelangi Warga  yaitu pelayanan kelilingsambangi warga merupakan pelayanan oleh petugas Dinas dukcapil ke setiap rumahwarga yang belum memiliki KTP dan kartu Keluarga. Sementara Laki Keren dariDesa urgensinya mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien dansistematis yang hasilnya di rasakan langsung oleh masyarakat.

“Tujuannya untuk meningkatkan kinerja Pemkab Sinjaidan optimalisasi percepatan pelayanan akta kelahiran bagi penduduk dengan caramengunjungi penduduk dari desa ke desa,” tutur Kartini.

Pada sesi ke-II yakni sesi tanya jawab yang berlangsungselama 20 menit itu, salah seorang panelis, Dr Jayadi Nas mempertanyakankecepatan kedatangan petugas dukcapil ke rumah warga apakah upaya itu bisaterkoneksi langsung dengan Dirjen Kependudukan Kementerian Dalam Negeri diJakarta.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wakil Bupati Sinjai AKartini Ottong meyakinkan bahwa data perekaman yang dilakukan oleh petugas didesa dipastikan terkoneksi langsung ke pusat.

“Artinya data yang direkam di rumah penduduk bisa dicetakapabila jaringan mendukung. Ke depan infrastruktur jaringan akan lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara itu, panelis lainnya Dr Suharman hanya memberisaran agar kedua inovasi tersebut sebaiknya melalui smartphone. Yaitu denganmengintegrasikan seluruh aplikasi yang dimiliki Pemkab Sinjai.

Menanggapi saran tersebut, Wakil Bupati mengaku akanterus mengembangkan kedua program inovasi sehingga bisa benar-benar memudahkanmasyarakat untuk mendapatkan layanan kependudukan dan pencatatan sipil. (Adv)

TerPopuler