Humas Setdakab Sinjai Ikuti Workshop Humas se-Sulsel

Humas Setdakab Sinjai Ikuti Workshop Humas se-Sulsel

Selasa, 22 Oktober 2019,

SINJAI, SULAWESINEWS.COM – PemerintahProvinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Humas dan Protokol bekerjasama KomisiPemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) menggelar Workshop Humas,yang bertempat di hotel Max One Makassar, Senin (21/10/2019).

Kepala Biro Humas dan ProtokolProvonsi Sulsel Devo Khaddafi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengangkattema “Menuju Keterbukaan dan Komunikasi Aktif Pemerintah dalam Rangka MembangunTata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih”. Kegiatan tersebut berlangsungselama 3 ( tiga) hari, mulai dari tanggal 21 hingga 23 Oktober 2019.

Selain itu, Dhevo dalam laporannyamengatakan bahwa kegiatan itu kerjasama dengan KPK RI dan Humas.

Dan yang hadir dari humaskabupaten/kota sebanyak 48 orang, dari OPD Pemprov Sulsel sebanyak 52 orang, sehinggasecara keseluruhan berjumlah 100 orang yang terdiri dari penulis berita danpengelola sosial media.

Dhevo mengharapkan kepada pesertaagar dapat memanfaatkan workshop ini dengan sebaik-baiknya, mengingatnarasumber yang hadir adalah narasumber yang sangat mempunyai kompetensi danakan memberikan kita ilmu.

“Sehingga apa yang diharapkan KPK,yaitu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, kita dapatwujudkan, karena humas adalah corong dan juru bicara dari pemerintah, sehinggadapat memberikan informasi yang terpercaya, serta dapat memberikan informasidan masukan kepada pimpinan kita terkait apa yang terjadi dimasyarakat,”jelasnya.

Pada kesempatan itu, DevoKhaddafi juga memberikan buku yang baru saja dilaunchingnya dalam mengawal tigaGubernur Sulsel kepada pemateri Dirut Rakyatku.com, Subhan Yusuf.

Asisten I Pemprov Sulsel, AndiAslam Patonangi yang membuka acara mengatakan bahwa tugas Tim Koordinasi danSupervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK sangat penting dalam menciptakanpemerintahan bertata kelola baik, berintegrasi dan lebih bersih.

“Tugas ini juga melibatkanlintas kompenen, semua unit kerja harus terlibat,” kata Aslan Patonangi.

Humas berperan dalam menyampaikanapa yang telah dilakukan oleh pimpinan, pemerintah Daerah demikian jugaaktivitas kegiatan KPK bersama dengan pemerintah daerah.

“Humas sangat penting danposisinya sangat sentral, memberitakan dengan masif, termasuk pada mediaonline.  Hoaks atau berita bohong hampirpasti tidak bisa dibendung keberadaanya. Humas harus ambil peran besar mematahkanberita palsu tentu tersebut,” sebutnya.

Sementara itu, KoordinatorWilayah VIII (Sulselbar) Supervisi dan Pencegahan Korupsi KPK RI, Dwi ApriliaLinda menyebutkan, hadirnya kegiatan ini awal kebutuhan dari Korsupgah KPK diSulsel dimana ketika ke Daerah, berita yang keluar ke publik pertama kali bukanberita resmi dari pemerintah tetapi dari perusahaan media.

“Rasanya berita yang keluarbukan dari pemerintah itu sendiri, kami sudah berulang kali, bahkan berulangkami tuliskan dalam surat, harap pemerintah Daerah menyiapkan siaran pers untukmendukung pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Dwi Aprilia menekankan, bahwahumas adalah corong pemerintah daerah. Humas juga harus aktif menghimpuninformasi dari unit lain dan disampaikan kepada masyarakat.

“Contoh Pemprov Sulsel akanmengumpulkan OPD minta mana yang bisa jadi informasi publik tuangkan dalam website,”harapnya.

Selain itu, KPK melakukanintervensi dan program yang didorong di Sulsel, termasuk kabupaten/kota yangada di Indonesia.

Adapun rencana Aksi PencegahanKorupsi pada delapan sektor, diantaranya, perencanaan APBD, pengadaan barangdan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN,optimalisasi pendapatan daerah, menajemen aset dan tata kelola dana desa.

“Selain hal di atas ada adabeberapa kendala. Salah satunya komunikasi pada publik, kepada masyarakat harusditata. Karena begitu saya ke daerah yang ditanya, ‘Bu kapan OTT’, saya ke sinibukan untuk OTT, saya ke sini hanya untuk mencegah OTT,” sebutnya.

Terpisah, Kasubag Humas SetdakabSinjai, Usman Balo mengatakan, bahwa kegiatan ini tentu sangat bagus dalamrangka membangun pengetahuan tentang keterbukaan informasi publik.

“Dengan adanya kegiatan ini,tentunya banyak ilmu yang bisa diserap sebagai bahan masukan dalam pengelolaanmedia pada bagian humas setdakab Sinjai,” jelas Usman. (Adv)

TerPopuler