Kesbangpol Soppeng Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Sosial Beretika dan Upaya Pencegahan Paham Radikal

Kesbangpol Soppeng Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Sosial Beretika dan Upaya Pencegahan Paham Radikal

Kamis, 17 Oktober 2019,

SOPPENG, SULAWESINEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Soppeng Drs HA Tenri Sessu M.Si, mewakili Bupati Soppeng membuka acara sosisalisasi pencegahan paham radikalisme dan media sosial yang beretika di ruang pola kantor Bupati Soppeng, Jalan Salotungo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (17/10/2019).

“Atas nama Pemerintah Daerah,saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atasterselenggarannya kegiatan sosialisasi ini sebagai wujud komitmen kita semuadalam memerangi berkembangnya paham radikal dan media sosial di daerah ini,”ujar Tenri Sessu, saat membacakan sambutan Bupati Soppeng.

Dalam sambutan itu juga dijelaskanbahwa saat ini, gerakan radikalisme dan penggunaan media sosial yang  tidak beretika telah merebak di berbagaipenjuru dunia termasuk di Indonesia.

“Yang menimbulkan keprihatinandan kekhawatiran kita semua, mengingat gerakan tersebut dilakukan dengancara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Karena kelompokradikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secaradrastis serta bertentangan dengan sistema sosial yang berlaku,” jelasnya.

Dikatakan, bahwa sebagai bangsaIndonesia, gerakan tersebut tentu saja sangat bertentangan dengan ideologiPancasila, sehingga diperlukan upaya sungguh-sungguh dalam memerangi pahamtersebut.

“Dalam rangka penyebaran gerakanradikalisme di tanah air, berbagai cara atau propoganda-propoganda merekalakukan untuk merekrut masyarakat diantaranya melalui media sosial. Oleh karenaitu dibutuhkan kewaspadaan dini dari seluruh komponen anak bangsa untuk bersatupadu, baik umara (pemerintah), ulama/tokoh agama maupun warga masyarakatsendiri dalam menangkal setiap pergerakan atau propoganda-propoganda darigerakan radikalisme tersebut, dengan mengenali berbagai ciri-ciri teroriskhususnya yang bekerja di media sosial,” katanya.

Dalam menyikapi paham radikalismedan penggunaan media sosial yang tidak beretika, maka Pemerintah Daerah telahmelakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi timbulnya ajaran-ajaran semacamini.

“Semoga melalui acara sosialisasiini akan menyatukan langkah dan komitmen kita bersama dalam memerangi gerakanradikalisme dan media sosial yang dapat timbul di daerah ini,” harapnya..

Sementara itu, Kapolres SoppengAKBP Dedy Dewantho SIK, dalam sambutannya  mengatakan, radikalisme adalah paham ataualiran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengancara kekerasan atau drastis.

Oleh karena itu, Kapolres mengajakuntuk merapatkan barisan dan bersama sama menjaga persatuan dan kesatuan dengantidak mudah menerima Informasi yang akan memecah belah persatuan.

“Paham radikalisme ini bisa kita tanggulangidengan bekerjasama dengan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat. Selalumensosialisasikan bagaimana penanggulangan paham radikalisme,” jelas DedyDewantho.

Turut hadir para anggotaForkopimda, para asisten dan staf ahli, para Kepala SKPD/OPD, para kepala bagianSetda, dan Bhayangkari Polres Soppeng, persatuan istri prajurit (Persit)Kartika Chandra Kirana Kodim 1423 Soppeng, para tokoh agama dan tokoh masyarakatdan ratusan undangan lainnya. (Adv)

TerPopuler