Menyusuri Pulau Latondu Selayar yang Penuh Keunikan

Menyusuri Pulau Latondu Selayar yang Penuh Keunikan

Sabtu, 26 Oktober 2019,

PULAU Latondumerupakan gugusan pulau berpenghuni yang terbentuk di atas lahan pasir lautseluas yang kurang lebih 101 hektar (ha). Secara adminitratif pemerintahan, Pulau Latondu terletak di Desa Latondu, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Desa Latondu didiami oleh kurang lebih 189 kepala keluargadan 798 jiwa penduduk yang terdiri dari suku Bajo, Flores dan Selayar.

Mengingat akan mata pencaharian masyarakatnya yang rata-ratamenggantungkan kehidupan dari hasil melaut, dengan daya dukung karakteristikalamnya yang berada di wilayah pesisir.

Maka tidak heran, jika hampirseluruh bentuk biota laut dapat dijumpai di daerah yang terbentuk di ataspaparan pasir, sepanjang kurang lebih 411 ha dan 197 ha karang mati tersebut.

Berada di Pulau Latondu yang dikelilingi oleh bentangan pasirputih nan lembut, selembut salju membawa alam khayal bak tengah berada di‘negeri’ salju.

Selama berpetualang di Pulau Latondu, pengunjung akan banyakmengenal nama-nama pantai yang sudah tidak asing di telinga, maupun memoryingatan.

Jika sebelumnya, pengunjung pernah menapakkan kaki diProvinsi Jawa Timur, maka nama ruas jalur pantai utara yang kemudian disingkatdengan sebutan jalur pantura, pasti sudah sangat familiar di kuping seorangpengunjung atau wisatawan mancanegara.

Nah, setiba di Pulau Latondukaki pengunjung akan dibawa melangkah menyusuri keindahan panorama alam pantaijalur utara yang oleh masyarakat setempat juga kerap diistilahkan dengansebutan pantai utara, disingkatPantura.

Selain itu, pengunjung juga akan dibawa berkeliling menapakipantai Marina, Pulau Latondu dan kembali diingatkan pada salah satu nama pantaitersohor yang terletak di perbatasan kota Butta Toa, Kabupaten KabupatenBantaeng dan Kota Butta Panrita Lopi, Kabupaten Bulukumba.

Pantai Marina Bantaeng, demikian, nama salah satu lokasidestinasi pariwisata primadona milik masyarakat kota Butta Toa yang dirintisdan dibangun pertama kali oleh mantan Bupati Bantaeng yang sekarang terpilihmenjadi Gubernur Sulawesi-Selatan, Prof. Dr. Ir. H.M Nurdin Abdullah, M.Agr.

Tak berakhir sampai di situ. Akan tetapi, pengunjung jugaakan dibawa berpetualang dan menyaksikan dari dekat aktivitas nelayanpengolahan dan penjemuran daging ikan buntala.

Di Pulau yang sama,pengunjung juga dapat menyaksikan lokasi konservasi atau penangkaran anak tukik(penyu), sebelum siap dilepas ke alam bebas.

Berbeda dengan pulau-pulau lain di wilayah administratifKecamatan Takabonerate lainnya, masyarakat Pulau Latondu, telah diajarkan dandidik untuk mengenal dan tidak menangkap jenis-jenis biota laut dilindungi.

Sebuah papan bertorehkan nama serta jenis biota lautdilindungi yang dilengkapi oleh keberadaan dokumentasi foto, di pancang sebagai media sosialisasi bagi masyarakat lokal, dan pengunjung maupun wisatawan mancanegara yang datangberpetualang ke Pulau Latondu.

Di salah satu ruas jalanpemukiman, pengunjung juga dapat menjumpaidan menyaksikan sebuah papan berlatar belakang cat hijau bertuliskan “KelompokMasyarakat Peduli KIMA” Desa Latondu, Kecamatan Takabonerate, KabupatenSelayar.

Melengkapi referensi pengetahuan dan dokumentasi foto PulauLatondu, pengunjung dapat melangkahkan kaki menuju ke lokasi industri pembuatanperahu jolor tradisional buatan masyarakat lokal.

Setelah itu, pengunjung juga dapat menyaksikan deretan lokasipenjemuran teripang, biota laut yang dipercaya dan diyakini memilikibeberapa khasiat saat diolah, dan dijadikan sebagairamuan obat tradisional.

Usai menyaksikan lokasi penjemuran teripang, pengunjung dapatmelanjutkan perjalanan menyusuri kawasan pesisir pantai dan menyaksikan nelayanlokal mengangkut hasil tangkapan ikan moray untuk kemudian dipotong-potongkecil dan dijemur.

Disore hari, pengunjung dapatmenyaksikan kumpulan ibu-ibu rumah tangga yang hampir setiap petang berkerumungdi pinggir pantai menanti suami dan perahu keluarga mereka berlabuh di tepipantai, sekembali dari melakukan aktivitasmelaut.

Tak hanya itu, saat berdiridan menatap lepas ke arah pantai. Matapengunjung akan dimanjakan oleh keindahan panorama laut lepas dan pancarancahaya bening, bak kristal yang terpantul di atasbening air laut, kebiru-biruan.

Di tempat yang sama,pengunjung juga dapat melihat dari dekat deretan pohon kelapa yang tumbuh diantara kawasan pemukiman warga nelayan tradisional, beraksitektur bangunanrumah panggung, beratap daun kelapa.

Mata pengunjung akan‘dimanjakan’ oleh pantulan cahaya merah merekah di atas damainya air lautsebuah pertanda bahwa sebentar lagi hari akan berganti malam.

Keindahan panorama alam sunset nan menawan, bak magnet ditengah laut akan membuat pengunjung terhenyak, dan berdecak kagum atau bahkan mengambilkeputusan untuk tinggal berlama-lama di PulauLatondu. (*)

TerPopuler