Melestarikan Tradisi Ayunan Raksasa, Ritual Ekstrim Warga Bone

Melestarikan Tradisi Ayunan Raksasa, Ritual Ekstrim Warga Bone

Minggu, 03 November 2019,

BONE, SULAWESINEWS.COM – Mappere’ berasal dari bahasa bugisyang berarti berayun (ayunan). Nah tentunya bukan hal yang asing di telinga Anda.

Namun, bagaimana jika ayunantersebut memiliki ketinggian belasan meter? Tentunya bukan hal yang biasa kan?

Di beberapa Desa di Kecamatan TelluSiattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Mappere’ merupakan salah satu pesta rakyat yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat.

Sebagian besar masyarakat yang berada di kecamatan tersebut,menjadikan permainan mappere’ sebagai ritual dan bentukkesyukuran atas hasil panen yang telah mereka peroleh.

Seperti halnya di DesaPadaidi, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone. Tradisi mappere atau berayun’ merupakan suatu ritual yang diwariskansecara turun-temurun dari nenek moyang masyarakat di Desa tersebut, yang dilaksanakan hingga kini.

Walau pun zaman telah berkembang,namun kepercayaan masyarakat setempat yang sudah mendarah daging, sehingga tradisi mappere sangat penting untuk tetap dilaksanakan setiaptahunnya.

Untuk waktupelaksanaan tradisi mappere’ biasanya digelar pada akhir tahun, yakni pada bulanOktober hingga Desember.

Seperti apa keseruannya mappere’ yang memiliki ketinggian belasan meter itu? Silakan tonton videonya di atas….

TerPopuler