Merugikan Warga, Aktifitas Tambang Nikel di Kolaka Utara Dikeluhkan

Merugikan Warga, Aktifitas Tambang Nikel di Kolaka Utara Dikeluhkan

Senin, 11 November 2019,

KOLUT, SULAWESINEWS.COM – Warga Desa Tetebao, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara mengeluhkan kegiataan pertambang nikel yang dilakukan oleh PT Raidili Pratama, yang merupakan joint operation (JO) PT TambangMineral Maju (TMM) serta PT Kurnia yangberada di Desa tersebut.

Keluhan itu bukan tanpa sebab,pasalnya aktifitas pertambangan tersebut diduga merusak sumber mata airyang menjadi sumber kehidupan warga di Desa Tetebao.

Hal itu diungkapkan warga Desa Tetebao yang bernama Hj Andi Emmi Herman.

Dia menyebutkan, aktivitas tambang yang ada di desanya selain merusak lingkungan dan mata air yang menjadi sumberkehidupan puluhan warga Desa Tetebao,aktivitas pertambangan juga merusak kebun cengkeh miliknya.

“Aktivitas pertambangan tersebut sangat merugikan kami di sini. Selain merusak perkebunan kami, perusahan tersebut juga menggunakan lahan perkebunan milik saya menjadi hauling road (jalan masukke area front penambangan), namun pihak perusahaan tersebut tidak memberikan kompensasi,” jelas Hj Andi Emmi kepada wartawan, Minggu (10/11/2019).

“Parahnya lagi, karena setiap kami hendak masuk ke kebun untuk bekerja harus meminta surat izin dulu ke pihakperusahaan, karena di situ ada portal yang dijaga oleh anggota Brimob. Itu pun kami dibatasi, sehingga kami susah sekali kalau hendak bekerja dikebun,” sambungnya.

Dia menambahkan, mediasi juga sudah sering dilakukan baik dari Pemerintah Desa Tetebao dan Camat Batu Putih, namuntidak ada titik temu.

“Sehingga kami selaku wargaDesa Tetebao berencana akan melakukan aksi tutup jalan hauling yang dilalui angkutan yangmemuat biji nikel ke pelabuhan, karena itu merupakan jalan milik kami karena berada di atas tanahperkebunan kami,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita inionline pihak perusahaan yang dimaksud belum berhasil dikonfirmasi. (Andi Momang)

TerPopuler