Pemkab Soppeng Gelar Sosialisasi LPG Nonsubsidi Bright Gas 5,5 Kg

Pemkab Soppeng Gelar Sosialisasi LPG Nonsubsidi Bright Gas 5,5 Kg

Selasa, 26 November 2019,

SOPPENG, SULAWESINEWS.COM – Pemkab gelarsosialisasi liquefied petroleum gas (LPG) non subsidi bright gas 5,5 kg untukAparatur Sipil Negara Pemkab Soppeng, di ruang pola kantor Bupati Soppeng,Senin (25/11/2019).

Laporan panitia pelaksana, KabagEkonomi dan Pembangunan Setda Soppeng, Andi Isjunwar, mengatakan tujuan daripada sosialisasi ini adalah untuk menyamakan persepsi di dalam hal penggunaanbright gas 5,5 kg dan gas 3 kg.

“Semoga peserta sosialisasi dapatmengetahui bahwa bright gas 5,5 kg diperuntukkan bagi golongan menengah ke atastermasuk ASN dan pelaku usaha sedangkan gas 3 kg diperuntukkan bagi masyarakatmiskin,” ujar Andi Isjunwar.

Peserta sosialisasi terdiri daripara staf ahli para asisten para kepala SKPD, Kepala Bagian, Camat Lurah danKepala Desa, pelaku usaha agen dan pangkalan gas se-kabupaten Soppeng.

Narasumber pemasaran MarketingOperation Region Parepare, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi danUsaha Kecil Menengah UKM Kabupaten Soppeng.

“Pada kesempatan ini sayasampaikan kepada bapak dari Pertamina Region Parepare yang mana hadir,sekaligus nantinya akan memberikan kepada kita pemahaman terkait denganregulasi penggunaan gas,” kata Bupati Soppeng, H Andi Kaswadi Razak SE dalamsambutannya.

“Saya harapkan agar kiranyamemberikan pembinaan kepada agen yang ada di Kabupaten Soppeng danmudah-mudahan tahun-tahun yang akan datang kabupaten Soppeng mendapatkantambahan kuota sehingga kelangkaan gas utamanya gas elpiji 3 kg tidak terjadilagi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun tentunya kita merasakan kita bisamemahami kondisi kondisi tertentu ini sering terjadi pada saat musim kemaraudisaat masyarakat kita membutuhkan gas ini terutama para petani,” harapKaswadi.

Tak hanya itu, Kaswadi juga masihyakin sampai hari ini masih banyak pejabat yang menggunakan tabung gas 3 kg.Oleh karena itu dia pun berharap kepada ASN bisa memahami hak-hak dankewajiban. “Alangkah malunya ketika ASN masih memakai gas 3 kg,” tutur Kaswadi.

“Apapun satu aturan, kalau kitasendiri yang tidak konsisten menjalankan, tidak ada artinya. Juga tidakdilaksanakan kalau pihaknya juga tidak menyadari akan hak dan kewajibannya,”sambungnya.

“Salah satu upaya dari pemerintah daerah, kita coba melakukan sosialisasi mudah-mudahan kita menghadapi situasi dan kondisi bangsa kita saat sekarang ini Insya Allah kalau kita sadar dengan hak dan kewajiban kita maka yakin dan percaya Indonesia pasti akan maju,” katanya lagi. (Hms/Adv)

TerPopuler