Kerap Dikunjungi Wisatawan Asing, Goa Tapparang Belum Dilirik Pemerintah

Kerap Dikunjungi Wisatawan Asing, Goa Tapparang Belum Dilirik Pemerintah

Rabu, 18 Desember 2019,

KOLUT, SULAWESINEWS.COM Objek wisata alam Goa Tapparang yang terletak di Desa Rante Baru, Kecamatan Rante Angin, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), rupanya belum dilirik pemerintah sebagai aset sumber pendapatkan yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Padahal, tempat tersebut sangatlah unik karena terdapat telaga di dalamnya yang kerap dikunjungi para pelancong lokal dan luar negeri.

Ketua umum (Ketum) Lembaga Pemerhati Alam Lingkungan dan Ekosistem Mekongga (L-Palem), Muhammad Tahir mengutarakan, meskipun objek wisata itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari jalan Trans Sulawesi, namun Pemerintah Daerah maupun pemerintah desa setempat belum meliriknya.

Padahal, Goa Tapparang tersebut keberadaannya sudah ramai tersebar ke publik dan bahkan hingga manca negara.

“Akses jalannya sulit. Padahal ini bisa diporsikan dana untuk membuat tangga beton, dan kami pikir dananya juga tidak seberapa,” tutur Muhammad Tahir.

Sementara banyak pemuda di desa itu bersedia berpartisipasi dalam pengelolaannya baik terkait penjagaan hingga merawat tempat itu.

Dikatakannya, Pemdes setempat sudah seharusnya memberdayakan mereka yang nilai plusnya selain objek wisata bisa dikelola, juga mendatangkan PAD.

“Keunggulan goa ini karena di dalamnya terdapat permandian. Pengunjung bisa menikmati dua hal yakni panorama goa serta berenang,” imbuhnya.

Tokoh masyarakat Rante Baru, Muallim, membenarkan jika selain masyarakat lokal juga kerap dikunjungi Warga Negara Asing (WNA) baik dari Prancis dan beberapa negara lainnya.

Muallim mengaku, jika rumahnya kerap dijadikan tempat persinggahan para pelancong WNA.

“Kalau mereka (WNA) datang di rumah saya menginap, dan mereka berpesan kalau datang lagi bisa sewa tempat saya,” ujar Muallim.

Seharusnya, kata Muallim, Pemdes setempat bisa “menangkap” hal ini jikalau WNA saja tertarik ke goa itu.

“Tidak ada fasilitas apa-apa, jalan juga licin kalau hujan. Kalau dipoles (dikelola) itu uang besar pak. Kami harap Kepala Desa selanjutnya bisa koordinasi ke Dinas Parawisata bagaimana bisa dikelola itu lokasi,” pungkasnya.

ANDI MOMANG

TerPopuler