Pemkab Kolut Siapkan Kouta Kuliah Gratis di Yogyakarta, Ini Syaratnya

Pemkab Kolut Siapkan Kouta Kuliah Gratis di Yogyakarta, Ini Syaratnya

Selasa, 25 Februari 2020,

KOLUT, SULAWESINEWS.COM – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), tahun ini kembali membuka kesempatan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk dikuliahkan secara gratis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jumlah kuota yang disediakan pun sebanyak 20 orang, dan dipastikan memilih jurusan keguruan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar (PPD) Dikbud Kolut, Ismail, S.Pd M.Si, Selasa (25/2/2020).

Dikatakan Ismail, program bertajuk “Cerdas Kolaka Utara” tersebut merupakan kali kedua membuka kesempatan lanjut studi, setelah sebelumnya memberangkatkan 22 orang pelajar ke kota pendidikan itu pada 2019 lalu.

Ismail menerangkan, Pemkab Kolut telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) sebagai tempat putra-putri dari Bumi Patowonua itu menimba ilmu.

“Khusus jurusan keguruan. Siswa tersebut tentu harus berprestasi dan dilihat dari perolehan nilai perangkingannya, serta harus berdomisili di Kolut,” ucapnya.

Para siswa yang dilanjutstudikan tahun lalu, kata dia, saat ini sudah masuk semester II.

Ismail menambahkan, Pemkab menanggung semua biaya kuliah mulai dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan lainnya hingga sarjana. Begitu juga dengan uang indekos perbulan sebesar Rp. 250 ribu.

“Terserah mereka pilih kos dimana. Kalau harga di atas itu tentu mereka yang nenambah sewanya,” tuturnya.

Selain indekos, Pemkab juga menanggung biaya hidup Rp 300 ribu perbulan.

Dikatakannya, Pemda mengeluarkan biaya perorang kisaran Rp 11-16 jutaan per tahun. Hal itu tergantung program studi yang dililihnya selagi masih pada jurusan keguruan.

“Pemkab pilih Yogyakarta karena kita semua tahu di sana kota pendidikan,” jelas Ismail.

Para calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri, lanjut Ismail, akan diberangkatkan Pemkab Kolut ke kota tujuan. Oleh sebab itu, akomodasi hingga biaya perjalanan tentu ditanggung pemda untuk pemberangkatan awal tersebut.

“Keuntungan lainnya, setelah mereka menyandang gelar sarjana bakal disebar di Kolut dengan status guru kontrak daerah,” tutupnya. (Rls/Andi Momang)

TerPopuler