Penyaluran Program Sembako di Bone Terlambat, Dinsos Cuek

Penyaluran Program Sembako di Bone Terlambat, Dinsos Cuek

Jumat, 28 Februari 2020,

BONE, SULAWESINEWS.COM Warga miskin yang masuk dalam Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bone mengeluhkan atas keterlambatan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sekarang berubah nama menjadi Program Sembako.

Bahkan hingga saat ini masih ada beberapa kecamatan yang belum menyalurkan bantuan untuk warga miskin tersebut, lantaran masih menunggu barang dari suplier (supplier) selaku penyedia barang.

Keluhan tersebut semakin meluas setelah sejumlah warga mem-posting di sosial media, facebook (fb).

Di kolom komentar grup ‘Info Kejadian Bone’ warga bertanya – tanya akan kelanjutan program nasional tersebut.

Seperti yang dilontarkan pemilik akun Rhizki Nak Bone yang menanyakan penyaluran BPNT hingga dua bulan ini belum tersalurkan.

“Assalamualaikum…tabe mauka bertanya apa betul itu beras pembagian belum ada selama 2 bulan lebih, karena berapa kali saya pergi minta, selalu bilang belum datang katanya,” tulisnya.

Sementara pemilik akun Andi Alim mempertanyakan terlambatnya penyaluran ini. Menurutnya, mestinya sembako itu peruntukannya setiap bulan supaya terpenuhi semua kebutuhan warga miskin.

“Itu bantuan sembako itu diperuntukan untuk tiap bulan supaya terpenuhi kebutuhanya, tapi kenyataannya sekarang ada bantuan tapi tidak tau mau ambil dimna karena di agen tidak ada barang, sekarang siapakah yang punya tanggung jawab,” tanyanya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bone, H Andi Promal Pawi yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (28/2/2020) tidak berada di kantornya.

Pertanyaan melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan, juga tidak dibaca.

Kepala Bidang Sosial H Faisal yang ingin ditemui di ruang kerjanya juga tidak berada di tempat.

“Pak Kabid ke Makassar pak, barusan dia berangkat. Kalau Pak Kadis ada pertemuannya yang tidak bisa diwakili,” kata salah seorang stafnya.

Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp yang dikirimkannya terbaca centang biru dua, namun tidak dibalas.

Pantauan SULAWESINEWS.COM, sejak peralihan penyedia barang dari langsung agen ke pihak ketiga (supplier) membuat penyaluran Program Sembako ini semakin rumit.

Bahkan barang yang disediakan supplier selalu terlambat, sehingga penyaluran di lapangan lamban.

Penulis : Burhan Hamzah

TerPopuler