Akibat Corona, PAD di Kolaka Utara Anjlok

Akibat Corona, PAD di Kolaka Utara Anjlok

Senin, 30 Maret 2020,

KOLUT, SULAWESINEWS.COMDengan adanya pemberlakuan pembatasan penumpang di pelabuhan penyeberangan Tobaku, Kecamatan Katoi, Kolaka Utara (Kolut) akibat wabah virus corona atau Covid-19, ternyata berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kini sedang anjlok.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kolut, Junus mengatakan, turunnya pendapatan disebabkan setelah pembatasan jumlah penumpang Tobaku-Wajo.

“Turunnya sekitar 30 persen,” kata Junus, Senin (30/3/2020).

Menurut Junus, penarikan retribusi penumpang dengan barang merupakan salah satu dampak yang mempengaruhi turunnya PAD.

Padahal kata junus, jika dibandingkan pada hari sebelumnya, target PAD dari pelabuhan dapat mencapai lebih dari satu milyar per tahun. 

“Kalau satu bulan berarti kurang lebih Rp100 juta. Walaupun berkurang drastis tapi ada tambahan lagi,” katanya.

Junus menambahkan, pembatasan jumlah penumpang di Pelabuhan Tobaku tidak hanya berdampak pada turunya PAD, tapi juga berdampak pada melonjaknya penumpang yang menggunakan mobilitas darat. 

Berdasarkan data yang diterima Dishub Kolut, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui darat mencapai 680 orang per hari. 

“Melonjaknya tingkat mobilitas darat dikarenakan pembatasan jumlah penumpang di pelabuhan,” ujar Junus. 

Menurut Junus, pelabuhan penyeberangan merupakan salah satu tempat pemberangkatan terbanyak.

Dijelaskan, jika merujuk pada data sebelum diterapkan pembatasan jumlah penumpang yang akan melakukan jasa penyerberangan kapal bisa mencapai 700 sampai 800 orang per hari.

“Kalau untuk data terakhir, jumlah penumpang hanya mencapi 68 orang. Itu terjadi dua sip pelayaran berarti rata-rata hanya sekitar 40 orang per satu sip pelayaran. 40 itu terdiri dari para sopir dan kondektur saja. Kalau dimuat 30 mobil dikali dua hanya sekitar 60 orang, itu diluar dari penumpang,” katanya. 

Meski demikian, penerapan pembatasan penumpang di pelabuhan menurut Junus, dinilai telah efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut. (Andi Momang)

TerPopuler