Penyaluran Program Sembako Dikeluhkan, Ini Penjelasan Dinsos

Penyaluran Program Sembako Dikeluhkan, Ini Penjelasan Dinsos

Senin, 02 Maret 2020,

BONE, SULAWESINEWS.COM Terlambatnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sekarang berubah nama menjadi Program Sembako di Kabupaten Bone telah ditanggapi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bone, Senin (2/3/2020).

Kepala Dinsos Bone, H.A Promal Pawi, ST MSi menjelaskan, penyebab keterlambatan penyaluran itu karena memang pihaknya diberi waktu empat minggu melakukan sosialisasi perubahan nama dari BPNT menjadi Program Sembako.

Kedua, adanya penambahan nilai yang masuk ke rekening masing – masing Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dari Rp. 110 ribu menjadi Rp. 150 ribu per bulan.

Dijelaskannya, dana itulah nanti yang akan ditarik KPM untuk belanja ke agen Program Sembako yang ditunjuk Bank Mandiri untuk melakukan transaksi penyaluran.

“Itu memang sudah ada suratnya masuk ke kita dinda. Kita diberi waktu empat minggu tahun ini, untuk melakukan sosialisasi itu,” ujar Promal Pawi saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain dua alasan utama di atas, Promal Pawi juga mengungkapkan terlambatnya penyaluran lantaran adanya pergantian supplier selaku penyedia barang sembako.

“Mungkin dengan supplier baru ini masih sementara menyiapkan barangnya untuk didrop ke desa-desa. Apalagi suppliernya dari Makassar,” ucapnya.

Namun ia memastikan dalam waktu dekat ini, semua kecamatan sudah melakukan penyaluran.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini sudah penyaluranmi itu,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial H Faisal menyarankan kepada supplier baru, jika tidak mampu menangani semua, bisa minta kerjasama distributor dari kecamatan terdekat untuk membantu penyalurannya.

“Kalau memang supplier tidak mampu karena Bone luas dengan jumlah 55 ribu KPM, yah bisa minta dibantu oleh distributor yang dekat dari kecamatan itu,” kata Faisal.

Sebelumnya diberitakan, warga miskin yang masuk dalam Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bone mengeluhkan atas keterlambatan penyaluran Program Sembako.

Bahkan hingga saat ini masih ada beberapa kecamatan yang belum menyalurkan bantuan untuk warga miskin tersebut, lantaran masih menunggu barang dari supplier.

Keluhan tersebut semakin meluas setelah sejumlah warga mem-posting di sosial media, facebook (fb).

Penulis : Burhan HamzahEditor : Yusdi Muliady

TerPopuler