Agar Tepat Sasaran, Pemkab Sinjai Luncurkan Layanan Pengaduan Bantuan Sosial

Agar Tepat Sasaran, Pemkab Sinjai Luncurkan Layanan Pengaduan Bantuan Sosial

Rabu, 29 April 2020,

SINJAI, SULAWESINEWS.COMPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai meluncurkan pos pengaduan atau call center penerimaan bantuan sosial (Bansos) ditengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Sinjai, Irwan Suaib saat melakukan konferensi pers dengan sejumlah awak media di media center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (29/4/2020).

Irwan mengatakan, call center ini dapat digunakan untuk melaporkan masyarakat yang belum terdata dan ikut terdampak Covid-19.

“Mulai hari ini kita akan buka layanan pengaduan khusus untuk bansos. Dalam pengaduan ini ada beberapa layanan kita buka seperti call center di nomor 085342414499,” ungkap Irwan.

Selain call center, tambah Irwan, masyarakat juga dapat menghubungi layanan lainnya di aplikasi Sipakainge, Radio Suara Bersatu FM di Program Acara Obrolan Santai dan di Website Pemkab maupun di media sosial resmi Pemkab Sinjai.

“Jadi ini sebagai sarana untuk menanyakan atau memberikan informasi bagi masyarakat kurang mampu ataupun bagi masyarakat yang terdampak covid-19 ataupun bagi mereka yang belum terdata,” ketusnya.

Apalagi, kata Irwan, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) telah menginstruksikan kepada seluruh instansi terkait untuk melakukan pendataan langsung.

“Sebab, Bupati Sinjai punya harapan besar semua warga miskin nantinya tersentuh bantuan jaring pengaman sosial tersebut,” jelasnya.

“Pak Bupati telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mendata warga, karena Bapak Bupati tidak ingin ada warganya tidak mendapat bantuan khususnya bagi warga miskin,” sambungnya.

Irwan membeberkan, masyarakat di Kabupaten Sinjai tahun ini akan mendapatkan beberapa bantuan sosial. Diantaranya bantuan pangan non tunai sebanyak 7.690 kepala keluarga yang sebelumnya sudah mendapatkan BPNT sekitar 10.900 kepala keluaraga.

“Itu di luar dari penerima bantuan PKH yang sebanyak 8.600 kepala keluarga, kemudian penerima BLT dari pusat 6.677 kepala keluarga, ditambah bantuan Pemda kurang lebih 5.000,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemerintah juga akan menggulirkan bantuan sosial melalui pemerintah desa sebanyak 12.370 kepala keluarga.

Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Sinjai itu merinci, untuk sumber anggaran APBD Kabupaten sedikitnya ada 5.000 Kepala Keluarga yang akan menerima bantuan, ditambah lagi dengan sumber anggaran Pemerintah Desa. (Kominfo/Adv)

TerPopuler