Cegah Penyebaran Corona, Satgas Desa Jaga Pintu Masuk

Cegah Penyebaran Corona, Satgas Desa Jaga Pintu Masuk

Kamis, 09 April 2020,

KOLUT, SULAWESINEWS.COMMasyarakat Desa Desa Maruge Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra), semakin sadar akan bahaya virus corona atau Covid-19.

Hal itu dibuktikan dengan adanya penjagaan di pintu masuk Desa tersebut yang dilakukan sejumlah masyarakat yang didampingi oleh aparat desa, bersama tim kesehatan dan Bhabinkamtibmas.

Walau hanya menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan sarung tangan, tim Satgas Desa melaksanakan tugas dengan teliti ke setiap orang yang masuk mau pun yang keluar dari Desa Maruge.

Dari pantuan di lokasi, warga juga menggunakan alat deteksi suhu tubuh atau thermo gun scanner kepada sejumlah pengguna kendaraan yang akan masuk dan keluar.

Irwan, Sekretaris Desa (Sekdes) Maruge saat ditemui mengatakan, bahwa saat ini untuk masuk ke Desa Maruge harus melewati pintu gerbang utama.

“Sebelumnya di Desa Maruge ini ada dua gerbang masuk, cuma untuk mempermudah tim Posko di Desa melakukan pengawasan terhadap orang yang keluar-masuk, maka akses jalan satunya kami tutup. Itu untuk mempermudah pekerjaan tim  maupun posko terpadu dalam melakukan pengawasan,” kata lrwan, Rabu (08/04/2020).

“Jadi kalau untuk di posko ini, kami tempatkan sekitar 15 orang tim terbagi dalam tiga shift yang terdiri dari aparat desa, tim kesehatan dari Puskesmas bersama bidan desa dan Bhabinkamtibmas,” sambungnya.

Dikatakan, selain melakukan pengawasan, mereka juga langsung melakukan pengecekan suhu tubuh kepada masyarakat yang hendak masuk ke Desa Maruge dan mereka bekerja 24 jam, dengan bergantian setiap harinya.

“Hal itu kami lakukan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona, apalagi saat ini banyak warga yang keluar daerah untuk mencari kerja dan ada 41 orang telah kembali dari luar daerah,” ungkap Irwan.

Ia menambahkan, setiap harinya tim kesehatan Desa Maruge melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang baru tiba dari luar daerah dan juga melakukan isolasi mandiri sampai 14 hari kedepan.

“Warga yang dari pasar saja, kami anjurkan untuk singgah dulu ke Posko guna dilakukan pemeriksaan oleh tim Kesehatan dari Puskesmas dan bidan Desa. Alhamdulillah semua masyarakat patuh sehingga mempermudah pekerjaan tim kami,” ungkapnya.

Irwan pun berharap dengan adanya posko yang bentuk itu, warganya bisa terhindar dari virus corona, dan saling menjaga keselamatan bersama. (Andi Momang)

TerPopuler