Pasien Positif Corona di Kolut Bertambah, Ini Penjelasan Jubir Gugus Tugas

Pasien Positif Corona di Kolut Bertambah, Ini Penjelasan Jubir Gugus Tugas

Sabtu, 25 April 2020,

KOLUT, SULAWESINEWS.COMJuru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Dokter Syarif Nur Ramly, kembali merilis satu orang terdeteksi positif terpapar virus corona atau Covid-19, Jumat (24/4/2020 ) malam.

“Kami laporkan bahwa jumlah kasus konfirmasi positif untuk wilayah Kabupaten Kolaka Utara sebanyak tiga orang dengan rincian dua kasus lama, dan satu tambahan atau kasus baru,” kata Dokter Syarif menjelaskan.

“Untuk kasus sembuh, belum ada dan Ahamdulillah dilaporkan juga kasus meninggal tidak ada,” sambungnya.

Dikatakannya, untuk jenis kelamin pasien yang bersangkutan adalah seorang laki-laki (35) dan dalam kondisi sehat (orang tanpa gejala).

“Kasus ini masih berkaitan dengan penelusuran dari kasus sebelumnya di Jawa Barat. Dengan demikian walau pun Kolaka Utara tercatat ada 1 kasus baru, tapi sebenarnya tidak ditemukan di Kabupaten Kolaka Utara. Semua pasien ini tidak sedang berada di Kolut, dan saat ini sudah ditangani sesuai dengan standar protokol Covid-19,” jelasnya.

Dikatakannya, bahwa untuk semua kasus baik PDP OTG dan kasus positif semua ditangani sesuai dengan protokol standar penanganan Covif-19.

“Karena itu kami meminta kepada seluruh masyarakat Kolaka Utara untuk mendukung penuh upaya yang kami telah lakukan, bahwa standar penanganan yang diberikan adalah sesuai dengan protokol yang telah disepakati Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” ungkap Syarif.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada seluruh warga agar tetap konsisten melakukan jaga jarak.

“Atas nama juru bicara Covid-19 Kabupaten Kolaka Utara mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap konsisten melakukan social distancing dan physical distancing,” ujarnya.

Syarif juga mengingatkan kalau keluar rumah, agar selalu menggunakan masker dan rajin cuci tangan.

Selain itu, Syarif juga mengajak masyarakat agar bersama-sama mewaspadai arus mudik yang menjadi trend di bulan ramadan.

“Karena mayoritas pemudik ini berasal dari daerah zona merah. Maka marilah kita sama-sama bertanggung jawab mengawasi, mengontrol, mengedukasi mereka untuk tunduk dan patuh pada anjuran pemerintah,” katanya. (Andi Momang)

TerPopuler