Persawahan Tertimbun Longsor, Dinas PUPR-BPBD Saling Lempar Tanggung Jawab?

Persawahan Tertimbun Longsor, Dinas PUPR-BPBD Saling Lempar Tanggung Jawab?

Rabu, 27 Mei 2020,

SINJAI, SULAWESINEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Sinjai beberapa waktu lalu, tak terkecuali di Dusun Toribi Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, mengakibatkan longsor dan merusak persawahan dan saluran irigasi.

Akibat longsor itu, sejumlah sawah yang telah ditaburi benih padi di Dusun tersebut tertimbun tanah dan petani tidak bisa berbuat apa-apa.

“Selain tertimbun material longsor. Juga ada sekitar 15 hektar sawah terancam terdampak jika tidak segera ditangani, karena irigasi lama atau irigasi Toribi kiri ikut terhambur karena terbawa longsor,” ungkap Kepala Dusun (Kadus) Toribi, Sappe Razak, Selasa (26/5/2020).

Dia pun berharap semoga instansi terkait bisa memberikan perhatian khusus, pasalnya persawahan di sekitar lokasi telah dilakukan penaburan benih.

Terkait hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Budiaman, yang dihubungi melalui telepon selular menyarankan agar konfirmasi ke pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Karena menurut Budiaman, penanganannya ada di Dinas tersebut.

“Berdasarkan hasil koordinasi kemarin, untuk penanganannya semua ada di Dinas PUPR,” jelas Budiaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, Andi Syarifuddin mengatakan, terkait penanganan bencana semua anggaran bencana ada di BPBD, dan pihaknya hanya membantu di bawah terkait koordinasi pihak BPBD.

“Jadi kami di PUPR hanya sekedar membantu secara tekhnis penanganan kedaruratannya. Karena anggaran ada di BPBD. Jadi kami hanya bisa membantu seperti menghitung berapa jumlah anggaran yang kita butuhkan dari jumlah bencana yang terjadi,” jelas Andi Syarifuddin, Rabu (27/5/2020).

“Tapi itu pun tanda kutip, bukan anggaran rekonstruksi ya. Karena anggaran rekonstruksi dengan anggaran darurat bencana beda, dan saat ini kita ada pada darurat bencana,” sambungnya. (Malik)

TerPopuler