Ragam

Pererat Silaturahmi, Perantau Asal Bone di Kolut Deklarasikan KKB

KOLUT, SULAWESINEWS.COM Sekitar 30 persen penduduk yang mendiami Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan perantau asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tersebar di sejumlah kecamatan dan desa.

Hal itulah yang mendorong semangat sejumlah tokoh dan pemuda Bone untuk mendeklarasikan pembentukan Kerukunan Keluarga Bone (KKB), Minggu (14/05/2020).

Mereka merupakan perwakilan warga Bone yang bermukim di daerah yang berjuluk Bumi Patampanua tersebut.

Deklarasi dengan tema “taro sengereng malebbi ri wanua’e” yang diprakarsai Andi Salman, Andi Adil Makmur, Andi Mappatoba, Sapri Dona, Andi Momang dan Surahman yang merupakan Bugis berdarah Bone yang tinggal di Kolaka Utara.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua  DPRD Kolut, Buhari, tim percepatan pembangunan Kolut bagian HAM dan Hukum, Kanna. 

Hadir pula anggota DPRD Kolut yang juga merupakan salah seorang putra terbaik Kolut berasal dari Bumi Arung Palakka, Bahaharuddin, serta Direktur Rumah Sakit Djafar Harun Kolaka Utara, Dokter Syarif Nur Ramli sekaligus didapuk menjadi Ketua umum pertama KKB.

“Terima kasih kepada saudara-saudaraku yang hadir dalam acara ini. Ini peristiwa bersejarah. Bagi kami, berkumpul untuk menyatukan semangat dan tekad memperkuat tali silaturahmi diantara warga Bone diperantauan,” kata Syarif Nur Ramli, dalam sambutannya.

Baca Juga:  Demi Keselamatan Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sinjai Sosialisasi di Sekolah

“Saya sadar kalau bukan atau belum pada kapasitas untuk mengemban amanah mulia dan tanggung jawab besar ini. Namun karena atas keparcayaan saudaraku semua, maka saya akan memikul tanggung jawab ini. Tanggung jawab ini bukan tentang harta, pangkat dan jabatan serta primordialisme, tetapi lebih kepada Pangedereng yang harus senantiasa dicontohkan dan dijunjung tinggi di tengah masyarakat manapun,” tambahnya.

Syarif menyebutkan, sebagai jiwa ciri dan karakter orang Bugis Bone, ia melangkah maju menerima tanggung jawab itu sebagi respon dari harapan para anggota KKB.

“Mohon bantuan, masukan dan sarannya agar tujuan yang diinginkan bersama bisa kita capai. Ini adalah langkah awal. Jadi mari sama belajar, sama melangkah dan saling peduli dan melengkapi (rebba sipatokkong, mali’ siparappe’, sirui’ menre’ tessirui’no’, malilu sipakainge’ mainge’pi mupaja),” ucapnya.

Baca Juga:  Sah, Tiga Pimpinan DPRD Kolaka Utara Resmi Dilantik

Di tempat yang sama, Andi Adil Makmur menyebutkan kegiatan pengukuhan dan pemilihan ketua KKB itu sebetulnya sudah lama digagas, namun baru bisa terlaksana.

“Ini merupakan langkah awal bagi kami masyarakat Kolut yang berdarah Bugis Bone, untuk saling mengenal satu sama lainnya guna mempererat tali silaturahmi sesama Bugis Bone,” jelasnya.

Hal senada yang diungkapkan Andi Momang, bahwa KKB ini sejatinya adalah wadah kekeluargaan masyarakat Bone dan bukan organisasi politik.

“Karena itu, saya meminta peserta KKB agar mengedepankan semangat kebersamaan dan kerukunan, bukan semangat persaingan untuk sebuah kemenangan,” ujarnya.

Kata Andi Momang, seperti halnya visi dan misi KKB ini sangat luhur yaitu menyatukan dan memperkuat tali persaudaraan sesama warga Bone yang tersebar di seluruh pelosok Kolaka Utara.

“Karena itu, saya setuju pembentukan KKB ini sebagai wadah membangun kebersamaan dan kekeluargaan, serta nilai gotong-royong. Jangan sekali-kali digunakan sebagai alat politik,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top