Tuding Tenaga Medis Rekayasa Data Corona, Tiga Akun Facebook Dilaporkanke Polisi

Tuding Tenaga Medis Rekayasa Data Corona, Tiga Akun Facebook Dilaporkanke Polisi

Minggu, 05 Juli 2020,
KOLUT, SULAWESINEWS.COM Asosiasi tenaga kesehatan (nakes) di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara melaporkan tiga akun media sosial facebook ke polisi, Sabtu (4/7/2020).

Para pengguna akun facebook tersebut dilaporkan setelah mengunggah sebuah tulisan di Forum Diskusi Kolaka Utara yang menuding pihak tenaga kesehatan merekayasa data pasien corona.
Juru bicara (jubir) gugus tugas penanganan Covid-19 Kolut Dokter Syarif Nur membenarkan pelaporan tersebut.

“Ya benar. Kami melaporkan tiga akun facebook ke polisi karena diduga melakukan fitnah di media sosial terhadap petugas medis yang menangani kasus corona di Kolut,” kata Syarif Nur.

Dikatakan, ada beberapa asosiasi tenaga kesehatan yang ikut melaporkan akun tersebut yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kolut serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kolut.

Asosiasi nakes tidak terima tudingan tersebut. Ia menilai cuitan dari pemilik akun facebook itu telah melecehkan profesi tenaga kesehatan.

Apa lagi, kata Syarif, banyak laporan masyarakat terkait tudingan kepada pihak nakes yang mengarah kepada fitnah.

“Ada cuitan salah satu akun yang menuliskan beberapa kalimat seperti pemberian fasilitas mewah kepada pasien positif dan jumlah yang dianggap palsu. Dari cuitannya sudah menuduh dan memfitnah seakan-akan ada rekayasa makanya kami tidak terimah,” tegas Syarif.

Oleh karena itu, menurut Syarif, tulisan di sejumlah akun tersebut dapat menggiring opini masyarakat ke hal negatif terkait profesi nakes yang menangani corona.

Ia berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas akun-akun yang melecehkan profesi nakes.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kolut, Iptu Ahmad Fatoni telah menerima laporan dari pihak nakes.

“Laporannya sudah kami terima dan sementara kami lakukan proses penyelidikan terkait tudingan beberapa akun yang diduga menyudutkan dan melecehkan profesi Nakes,” ujar Ahmad Fatoni. [Andi Momang]

TerPopuler