Penambangan Nikel Ilegal Marak di Kolut, Kemana Penegak Hukum?

Penambangan Nikel Ilegal Marak di Kolut, Kemana Penegak Hukum?

Jumat, 07 Agustus 2020,

KOLUT, SULAWESINEWS.COM - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), buka-bukaan terkait legalitas sejumlah perusahaan tambang nikel di daerah tersebut yang dipastikan ilegal.

Namun anehnya, alih-alih ditertibkan, aktifitas melanggar hukum tersebut justru terkesan dibiarkan merampok kekayaan alam Bumi Patowonua itu secara berulang kali.


Kabid Perizinan DPM-PTSP Kolut, Taufik, yang ditemui baru-baru ini membeberkan jika untuk izin lokasi saja permohonannya hanya PT Kurnia Meaning Rescourse (KMR). Tidak ada dokumen dikemukakan terlampir ke pihaknya sama sekali terkecuali PT KMR.


"Itu baru permohonan ijin tersus (terminal khusus) memenuhi syarat PT KMR. Yang lain tidak ada, itu ilegal semua. Tidak ada dokumennya yang bisa ditunjukkan," jelas Taufik.


Dikatakannya, di Kecamatan Batu Putih dari sejumlah perusahaan tambang memang hanya PT KMR yang  memiliki dan diakui punya jeti. PT Kasmar Tiar Raya (KTR) juga demikian, namun kadang disanggah pihak menajemennya sendiri.


Data perusahaan tambang itu telah dikantongi DPM-PTSP Kolut, namun Taufik tidak bisa menjelaskan secara detail terkecuali dibuka list catatan di instansinya.


Taufik mengakui banyak perusahaan tambang ilegal di Batu Putih yang "bermain cantik" hingga saat ini. Hal itu yang membuatnya terheran-heran kepada ESDM Pemprov Sultra dan aparat penegak hukum yang tidak menindaknya.


Di area blok pertambangan wilayah Kecamatan Batu Putih, selain PT KTR, disana rupanya juga masih terdapat PT Alam Mitra Indah Nugraha (AMIN) masih beroperasi saat ini serta PT Lawaki Jaya.


Ketiga perusahaan itu dianggap melakukan pelanggaran keras karena melakukan pengapalan dan penambangan di IUP eks PT Pandu.


Sementara itu, di blok Sua-sua tepatnya di Desa Sulaho Kecamatan Lasusua terdapat PT Citra Silika Mallawa (CSM).


Selain diduga tidak lengkap, juga kerap kali bermasalah dengan masyarakat pemilik lahan karena dianggap menyerobot lahan guna dijadikan lahan holing.


Selain itu, PT CSM juga diduga mengolah ore nikel di Sulaho diketahui bekerja sama dengan beberapa perusahaan selaku Joint Operation (JO) guna memperluas wilayah lahan garapannya.


"(PT CSM) Beroperasi juga saat ini, dan ada beberapa tongkangnya sandar di bawah (Sulaho)," beber Taufik.


Meski begitu, Taufik mengatakan sempat ada penekanan dari ESDM Sultra, namun faktanya perusahaan terkait tetap beroperasi sampai saat ini.


Taufik menjelaskan, atas nama Pemda Kolut telah bersurat ke Polres setempat guna menindak sejumlah perusahaan nakal tersebut, namun diakui hingga kini tidak ada balasan surat itu.


"Sekali lagi kami tegaskan, rata-rata perusahaan ilegal yang beroperasi. Setidaknya ini domain aparat berwajib-lah menertibkan itu," pungkasnya. (Andi Momang)

TerPopuler