Selain Pererat Silaturahmi, KKJ Kolut Juga Wadah Gerakan Sosial

Selain Pererat Silaturahmi, KKJ Kolut Juga Wadah Gerakan Sosial

Kamis, 20 Agustus 2020,
KOLUT, SULAWESINEWS.COM - Lebih dari seribu Kepala Keluarga (KK) warga yang berasal dari pulau Jawa berdomisili di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) sejak puluhan tahun silam.

Mereka telah membentuk satu wadah bernama Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) yang konsen dalam aksi-aksi sosial dan keagamaan.

Ketua KKJ Kolut, Pitoyo Yahya ketika berbincang dengan wartawan mengungkapkan, wadah yang dipimpinnya tersebut sejauh ini tidak begitu nampak ke publik karena jauh dari keterikatan politik dan lebih konsen pada gerakan sosial dan pengajian maupun yasinan.

"Semua anggota ketika diundang oleh komunitas lain atau masyarakat secara personal tanpa terkecuali tanpa pandang suku dan agama baik sifatnya gotong royong dan lainnya itu wajib datang. Itu penting demi memupuk keharmonisan dalam bermasyarakat," ujarnya, Rabu (19/8/2020).

Di aspek keagamaan, Toyo, sapaan akrap Pitoyo Yahya itu mengatakan terdapat program pengajian dan yasinan dari rumah ke rumah anggota secara bergilir.

Toyo menjelaskan, tentu sifatnya bukan hanya di komunitas mereka saja namun selalu memenuhi undangan dari warga ketika dipanggil berkumpul menjalani seremonial keagamaan itu bersama-sama.

"Sejak Pemda Kolut melaunching program pengajian maupun yasinan setiap jum'at, kegiatan ini telah berjalan di internal kami. Hal ini semakin dimantapkan karena pemda memprogramkan dan kami sangat mendukung langkah itu," imbuhnya.

Kata dia, KKJ dibentuk 2012 silam dengan keberadaan pengurus dan anggota tersebar di seluruh wilayah Kolut.

Wadah ini dikukuhkan sebagai media komunikasi antar sesama warga Jawa di Kolut guna saling bahu-membahu satu sama lain tanpa terkecuali masyarakat diluar komunitas mereka.

"KKJ selalu siap diundang dalam kegiatan apa saja dan oleh siapa saja yang sifatnya sosial, tetapi tidak untuk kegiatan politik," tuturnya.

Toyo mengungkapkan, KKJ menghindari aroma perpolitikan guna terlibat di dalamnya terkecuali secara personal anggota masing-masing karena hal itulah yang kerap kali meretakkan keharmonisan dalam kepengurusan.

Padahal kata dia, kerukunan itu dibentuk atas dasar keinginan mempererat silaturahmi dan bahu-membahu untuk kemaslahatan bersama. (Andi Momang)

TerPopuler