Terdakwa Ijazah Palsu Divonis Bebas, Jaksa Tempuh Kasasi

Terdakwa Ijazah Palsu Divonis Bebas, Jaksa Tempuh Kasasi

Selasa, 11 Agustus 2020,

KOLUT, SULAWESINEWS.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya memvonis bebas terdakwa Dakirwan, Senin (10/8/2020).


Dakirwan adalah Kepala desa (Kades) Patikala, Kecamatan Tolala Kolaka Utara yang menjalani proses hukum atas dugaan penggunaan ijazah palsu paket B saat mencalonkan diri di Pilkades serentak 2019 lalu.


Akibatnya, putusan vonis bebas tersebut diwarnai aksi demo oleh puluhan masyarakat Desa Patikala dan nyaris berujung kericuhan.


Aksi itu dilakukan lantaran warga emosi dengan putusan hakim pengadilan yang menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa. Warga pun membakar ban bekas dan melempari botol berisi bensin kedalam kobaran api.


Beruntung pihak kepolisian dari Polres Kolut yang dibantu Polisi Pamong Praja berhasil menenangkan massa.


Merasa tidak puas atas putusan tersebut, massa bergerak menuju  kantor Kejaksaan Kolaka Utara guna memastikan langkah apa yang akan ditempuh pihak Kejari yang sebelumnya JPU saat persidangan menuntut terdakwa dua tahun kurungan penjara dan denda 50 juta rupiah dengan tambahan penjara 6 bulan jika terdakwa tidak membayar denda.


Di hadapan warga Patikala, Kajari Kolut Teguh Imanto, menjelaskan putusan pengadilan tersebut tidak memuaskan, dan pihaknya akan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).


"Langkah yang saya ambil akan melakukan upaya hukum kasasi. Tapi tetap melihat apakah putusan itu on sela, artinya perbuatan ada tapi bukan merupakan tindak pidana atau bebas murni. Kalau bebas murni, berarti ada unsur pasal yang tidak terbukti," ujar Teguh Imanto.


Teguh menjelaskan, yang perlu diketahui adalah putusan pengadilan tersebut. Karena kata dia, putusan tidak bisa ditebak-tebak kecuali setelah mengetahui secara lengkap, termasuk pertimbangan hukum hakim sehingga membebaskan terdakwa.


"Pembuktian yang kami lakukan itu sudah maksimal. Saya sudah tunjukkan semua, hanya ada satu saksi yang tidak bisa hadir yaitu orang yang membuat ijazah," kata Teguh menerangkan.


"Saya akan tetap konsekuen dengan apa tuntutan. Saya bertanggung jawab (atas) perkara ini. Bapak-bapak yang hadir di sini jangan khawatir. Saya pertaruhkan nama saya di Kolaka Utara dengan kasus ini. Saya akan kasasi dan bawa perkara ini ke Mahkamah Agung. Kita uji lagi nanti ke peradilan yang lebih tinggi," tegasnya.


Ada pun tiga alasan Kajari Kolut yang akan digunakan dalam perkara tersebut untuk kasasi. Pertama hakim melampaui kewenangan. Kedua, hakim tidak mengikuti hukum acara, dan yang ketiga hakim tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya. (Andi Momang)

TerPopuler