Kelompok ini Kemenparekraf Beri Pengecualian Tak Pakai Maskar

Kelompok ini Kemenparekraf Beri Pengecualian Tak Pakai Maskar

Rabu, 09 September 2020,
Dikusi Voxpp Shout! bertajuk 'Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata'. (Foto: Mardi Golindra)

JAKARTA, SULAWESINEWS.COM - Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) memberi pengecualian pada anak-anak yang berolahraga di luar ruangan, bisa membuka masker asalakan menjaga jarak.

Hal ini diungkapkan Kemenparekraf RI melalui Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI, Frans Teguh, dalam diskusi Voxpp Shout! bertajuk 'Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata', pada media ini, (4/9/2020) sore, akhir pekan lalu.

"Jika masker dapat menyesakkan nafas anak-anak saat berolahraga, tidak masalah dibuka untuk sementara. Asalkan tetap menjaga jarak 2 hingga 2,5 meter di lapangan terbuka," ujar Teguh.

Menurutnya, sarana olahraga di manapun itu, tetap wajib mengikuti protokol pemerintah, dan tentunya harus ada pengawasan dari orang tua.

"Ini hanya pengecualian, tapi ingat harus disesuaikan dengan situasi, karena virus ini (Covid19) masih ada," imbuh Teguh.

Lanjutnya, seiring mulai melonggarnya pembatasan sosial, Kemenparekraf melihat fenomena baik di mana destinasi wisata dan taman-taman rekreasi sudah mulai kembali dibuka dan menerima pengunjung, khususnya di akhir pekan, sudah mulai ada pergerakan orang untuk berwisata.

Karena itu, kata dia, penting untuk mencermati dan memastikan penerapan protokol kesehatan, kebersihan dan keselamatan secara baik di tempat-tempat itu.

"Kami begitu mengapresiasi pengelola Daya Tarik Wisata yang sudah memiliki kesadaran yang baik dalam menerapkan protokolnya," jelasnya.

Seperti diketahui, pada diskusi ini pemerintah, asosiasi dan industri berbagi semangat dan pandangan bersama untuk membangkitkan kembali pariwisata Indonesia dengan membuka kembali taman rekreasi dan atraksi wisata sambil memastikan penerapan protokol kesehatan, kebersihan dan keselamatan secara baik.

Sehingga tidak hanya mampu menjadi faktor utama dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid19, namun juga dapat mengangkat reputasi sekaligus menumbuhkan tingkat kepercayaan publik.

Selain itu, Kemenparekraf meluncurkan dan mensosialisasikan Panduan Protokol K4 di Daya Tarik Wisata dan Homestay kepada asosiasi, pelaku industri dan peserta webinar.

Asosiasi Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia dan Taman Safari Indonesia menyampaikan kesiapan dukungan dan partisipasi aktif dalam mengkomunikasikan serta mensosialisasikan kampanye InDOnesia CARE, protokol yang mencakup kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan yang lestari (Cleanliness, Health, Safety and Environment/CHSE) demi keseimbangan kepentingan bersama antara keberlangsungan industri dan keselamatan masyarakat.

"Kampanye Indonesia Care dalam penerapannya harus memperlihatkan bentuk kepedulian bangsa Indonesia kepada kesehatan, kebersihan dan keselamatan masyarakat dan pelaku industri destinasi wisata itu sendiri. Pengelola taman rekreasi dan atraksi wisata diharapkan juga mampu untuk mengembangkan rekayasa teknis dan inovasi dalam pelayanan," tegas Teguh.

Sementara itu, (PLT) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, Cokorda Raka Darmawan mengatakan, Bali mempersiapkan diri untuk kehidupan dengan tatanan baru demi kembali bergeraknya ekonomi dan pariwisata serta upaya antisipasi penyebaran Covid-19 dan keselamatan masyarakat secara umum.

Kajian untuk mempersiapkan ini telah dilakukan sejak bulan Juni 2020. Di tingkat provinsi, ada Peraturan Gubernur No.46 Tahun 2020 dan juga Peraturan Bupati No.52 Tahun 2020 tentang Penerapan Displin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dalam kehidupanan tatanan baru.

Melalui Surat Edaran Bupati Badung, No.259 Tahun 2020, pemerintah Kabupaten Badung kemudian mengeluarkan protokol kesehatan bagi tempat usaha pariwisata.

Kemudian, awal Juli lalu, di tahap awal Bali mulai membuka kegiatan pariwisata khusus untuk masyarakat Bali sendiri, dan baru di akhir Juli lalu dibuka untuk Wisatawan Nusantara. Ada 11 Daya Tarik Wisata di wilayah Kabupaten Badung yang sudah dipastikan penerapan protokol K4 menyeluruh.

"Pantai Kuta, Garuda Wisnu Kencana, Beach Walk Shopping Center, dan lainnya. Kampanye Indonesia Care ini, kami memandang begitu penting untuk mendukung, bersinergi dan mengadopsi sepenuhnya untuk kepentingan bersama," jelas Darmawan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bambang Soetanto menyampaikan, ada sekitar 900-1000-an taman dan atraksi wisata di bawah asosiasi yang siap dan sudah menerapkan protokol kesehatan dalam lingkungan usahanya semenjak mulai boleh dibuka hingga kini.

Pariwisata domestik memang kelihatan mulai bangkit dan perlu dikawal dan cermati bersama penerapan protokol K4-nya dan juga keberlangsungan usahanya.
Dukungan dan bantuan dari para pemegang kepentingan, khususnya pemerintah dalam hal ini begitu dibutuhkan di tengah masa yang cukup sulit dan menantang dimasa pandemi ini.

"Dalam semangat yang sama, kami mendukung dan mensinergikan sekaligus mensosialisasikan dan mengkomunikasikan prinsip dan nilai yang ada di protokol K4 InDOnesia CARE, khususnya untuk daya tarik wisata kepada anggota kami khususnya dan masyarakat pada umumnya," terang Soetanto.

Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau menambahkan, Taman Safari yakin dengan mengadopsi dan menerapkan protokol K4 sesuai nilai-nilai dan arahan dalam Indonesia Care.

"Kami bisa lebih percaya diri untuk menghadirkan atraksi wisata yang sehat, bersih dan aman sekaligus berwawasan lingkungan hidup serta dalam waktu yang bersamaan kepercayaan (trust) masyarakat untuk berkunjung juga tumbuh terhadap destinasi yang kami kelola," kata Sumampau.

Ia mengimbau, Taman Safari Indonesia dikenal sebagai destinasi wisata alam dan edukasi yang saat ini mulai menikmati kunjungan masyarakat sejak mulai dibukanya. Demi keselamatan, penerapan protokol selalu jadi unsur utama yang diperhatikan, seperti misalnya untuk selalu memastikan atraksi wisata yang dihadirkan hanya dapat diikuti dalam kapasitas pengunjung secara terbatas untuk memastikan physical distancing.

Adapun Webinar Voxpp Shout! Seri ketiga bertajuk 'Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata' dipandu oleh Stephanie Amando sebagai moderator ini, digelar oleh Direktorat Komunikasi Pemasaran, Kementerian Pariwisata RI bersama Vox Populi Publicists melalui platform Zoom Meeting.

Menghadirkan pembicara Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Frans Teguh, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, Cokorda Raka Darmawan, Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Bambang Soetanto dan Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampau serta dipandu oleh Stephanie Amando sebagai moderator. (Mardi Golindra)

TerPopuler