Jelang Penutupan, Pengusul BPUM di Bone Membludak

Jelang Penutupan, Pengusul BPUM di Bone Membludak

Kamis, 22 Oktober 2020,

BONE, SULAWESINEWS.COM - Jelang penutupan pendaftaran berkas bantuan Presiden untuk usaha mikro (BPUM), terlihat pengusul usaha mikro membludak di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bone yang terletak di Jalan Kalimantan itu.

Pantauan SULAWESINEWS.COM, Rabu (21/10/2020), para pelaku usaha dari berbagai kecamatan berbondong-bondong membawa berkasnya untuk diinput agar mendapatkan bantuan dari Presiden.


Pian, seorang warga dari Kecamatan Cina mengaku pihaknya baru mengetahui adanya bantuan itu setelah mendapat informasi dari temannya.


Setelah mendapat info tersebut, ia pun langsung mempersiapkan segala persyatannya agar bisa mendapat bantuan senilai Rp 2.4 juta itu.


"Saya baru tau setelah dapat kabar dari teman. Katanya Jumat ini sudah ditutup jadi kami lengkapi persyaratannya supaya bisa lulus. Iya, kami berharap berkas kami bisa diterima pusat," harap Pian.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone, Andi Wahyuddin Akiel yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan penutupan berkas dilakukan pada Jumat (23/10/2020).


Ia juga mengakui dalam beberapa hari ini, pengusul dari pelaku usaha memang banyak yang mendaftar bahkan hingga hari ini pihaknya sudah usulkan kurang lebih 14 ribuan.


Dijelaskannya, tujuan diberikan BPUM agar para pelaku usaha mikro masih tetap dapat melaksanakan kegiatan usahanya di tengah pandemi Covid-19.


"Setelah kami terima berkasnya, Kabupaten mengimput dan mengirimkan usulan para pengusul. Kemudian akan dilakukan seleksi oleh pengelola penanggung jawab di Kementerian Koperasi dan langsung disalurkan melalui bank penyalur bantuan," jelas Andi Wahyuddin.


Andi Wahyuddin pun tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati akan terjadinya penipuan.


Sebab kata dia, calon penerima nantinya tetap akan diminta nomor rekening dan nomor telepon.


"Jangan sampai terjadi penipuan, apalagi minta nomor rekening. Silakan kontak Diskop dan UMKM bila ada permasalahan," ujarnya.


Sekadar diketahui, bantuan ini merupakan dana hibah dan bukan pinjaman ataupun kredit.


Sehingga tidak mengherankan jika warga rela mengantre demi mendapatkan Rp 2,4 juta, agar usaha mereka bisa berjalan di tengah krisis dampak dari pandemi Covid-19.


Tata cara penyaluran BPUM meliputi pengusulan calon penerima, pembersihan data dan validasi data calon penerima, dan penetapan penerima.


Selanjutnya, dana bantuan akan dicairkan langsung ke rekening penerima BPUM diikuti dengan laporan penyaluran dana bantuan tersebut melalui melalui pesan singkat (SMS) lalu melakukan verifikasi ke bank penyalur untuk pencairan.


Pemerintah telah menunjuk BRI, BNI dan Bank Syariah Mandiri sebagai bank penyalur Banpres Produktif tersebut. (Burhan)

TerPopuler