Mengenal Jenis Jenis Saham untuk Investasi beserta Contohnya

Sulawesinews.com – Sebagai pemula, Anda perlu mengenali terlebih dahulu tentang jenis jenis saham di Indonesia untuk menentukan produk investasi yang tepat. Masing-masing jenis punya potensi profit berbeda serta risiko yang berbeda juga.

Memang akhir-akhir ini dunia pasar modal sedang menarik perhatian mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Alasannya karena mereka tidak perlu bersusah payah mendirikan perusahaan, cukup dengan membeli sahamnya sudah ikut kecipratan keuntungannya.

 

Investor akan mendapatkan untung dari pembagian dividen atau pertumbuhan aset yang disebut dengan capital gain. Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi saham? Kenali dulu jenis saham lengkap beserta penjelasan dan contohnya berikut ini.

 

Jenis Jenis Investasi Saham
Jenis Jenis Investasi Saham

 

Jenis jenis Saham di Indonesia untuk Investasi

 

Saham merupakan dokumen berharga sebagai tanda bukti kepemilikan suatu perusahaan melalui investasi sejumlah dana.

 

Cara berinvestasinya sendiri dapat dilakukan melalui pasar modal, berikut jenis-jenisnya:

 

1. Common Stock

Merupakan jenis jenis saham pada umumnya yang berdasarkan laba dan rugi dari perusahaan atau emiten. Paling umum diperdagangkan baik untuk retail maupun corporate dengan keuntungan berupa

  • Dividen (laba perusahaan)
  • Hak suara seperti saat ada rapat umum pemegang saham
  • Hasil penjualan kekayaan ketika perusahaan bangkrut.

Contohnya adalah saham waran, hak untuk membeli lembaran saham dari suatu perusahaan.

✅REKOMENDED:  10 Alasan untuk Menginvestasikan Uangmu

 

2. Preferen (Preferred Stock)

Jenis jenis saham selanjutnya adalah preferred stock yakni mendapatkan bagi hasil tetap serta memperoleh prioritas utama dari hasil penjualan aset apabila perusahaan mengalami gulung tikar alias bangkrut.

Sering disebut sebagai hasil penggabungan antara common stock dengan obligasi, dengan ciri khasnya berikut ini:

  • Memperoleh prioritas dalam pemberian dividen
  • Tidak memiliki hak suara dalam rapat
  • Mempunyai pengaruh dalam manajemen atas pencalonan pengurusnya
  • Mempunyai hak terima pembayaran

Jenisnya dibagi lagi menjadi tiga kategori, yaitu preferen kumulatif, non kumulatif dan partisipatif. Salah satu emiten yang menyediakan preferred stock adalah YRXP dari PT Hanson International Tbk.

 

3. Bearer Stock

Yakni ketika nama pemilik tidak dituliskan untuk memudahkan dalam pemindahtanganan dari satu investor ke investor lain. Sehingga dari segi hukum, siapapun pemegang saham ini akan diakui sebagai pemiliknya serta berhak hadir dalam RUPS.

Investor yang tertarik dengan bearer stock biasanya memang berencana untuk segera memperjualbelikannya. Namun perlu berhati-hati, jangan sampai sertifikatnya hilang karena tidak ada dan tidak dapat meminta duplikasinya.

 

4. Registered Stock

Berbeda dari bearer stock, registered stock merupakan jenis jenis saham yang nama pemiliknya tertulis secara jelas sehingga apabila ingin dialihkan harus melalui prosedur tertentu. Sehingga tidak mudah untuk mengklaim kepemilikannya.

✅REKOMENDED:  Aplikasi Robot Trading Forex Terbaik Tahun 2022

Banyak investor tertarik untuk membeli salah satu dari jenis saham ini karena memang lebih aman dan tidak mudah diklaim. Investor juga berhak mendapatkan dividen serta hak suara dalam RUPS.

 

Baca juga : Tips Investasi Saham Jangka Panjang dan Jangka Pendek

 

5. Blue Chip

Dibandingkan jenis jenis saham lainnya, blue chips stock paling diincar oleh para investor, terutama mereka yang sudah berpengalaman dalam pasar modal. Hal itu karena saham ini hanya dikeluarkan oleh perusahaan dengan reputasi tinggi serta memiliki penghasilan stabil.

Pembayaran dari blue chip lebih konsisten karena kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari 10 triliun. Blue chip juga menjadi penggerak dalam industri sejenis bahkan index secara menyeluruh.

Beberapa emiten di Indonesia yang termasuk blue chip stock terbaik antara lain BBCA (PT Bank Central Asia Tbk), BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk), TLKM (PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk), ASII (PT Astra International Tbk) dan lain sebagainya.

 

6. Income stock

Jenis jenis saham selanjutnya adalah income stock, yakni saham dengan pembayaran dividen lebih tinggi daripada rata-rata pembayaran dividen tahun sebelumnya. Hal itu karena emiten mampu menghasilkan profit lebih tinggi dibandingkan periode tahun sebelumnya secara teratur.

✅REKOMENDED:  Hukum Forex di Indonesia Menurut Islam, MUI, dan UU

 

7. Growth Stock

Merupakan jenis saham dengan pertumbuhan pendapatan lebih tinggi dalam lingkup industri sejenis. Pertumbuhan pemasukannya selalu tinggi meskipun perusahaan tersebut tidak selalu dari perusahaan petingginya dalam industri sejenis.

Jenis jenis saham Growth Stocks dibedakan menjadi dua yakni saham dari perusahaan petinggi (well-known) dan yang dari perusahaan kurang populer (lesser-known).

 

Baca juga : Tips Cara Beli Saham IPO Untuk Pemula

 

8. Speculative Stock

Saham dari perusahaan dengan penghasilan kurang stabil setiap tahunnya, tapi punya potensi akan memperoleh profit besar di masa mendatang (meskipun hanya speculative). Kurang cocok untuk pemula karena mempunyai potensi risiko tinggi serta analisis lebih rumit.

 

9. Counter Cyclical stock

Counter cyclical stock juga termasuk jenis saham yang harus Anda ketahui, karena tidak terlalu terpengaruh oleh keadaan ekonomi makro maupun bisnis pada umumnya. Meskipun kondisi ekonomi makro sedang buruk, harga saham ini tetap tinggi serta selalu membagikan dividen besar.

 

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi, pastikan telah mengetahui beberapa jenis di atas. Dengan begitu dapat mempertimbangkan jenis jenis saham mana yang paling tepat untuk dijadikan sebagai objek investasi.