Reksadana
Reksadana

Pemula Wajib Tahu 8 Tips Memilih Reksadana Ini Biar Kagak Boncos

Sulawesinews.com – Tips Memilih Reksadana. Berinvestasi di reksadana relatif mudah dinikmati oleh kaum muda, tetapi sekarang semakin diminati karena merupakan alternatif yang menguntungkan untuk mengumpulkan dana selain investasi deposito.

Advertisement

 

Masyarakat semakin sadar bahwa reksadana lebih menguntungkan daripada deposito. Orang merasa bahwa berinvestasi di reksadana secara khusus memiliki keuntungan pengembalian yang lebih tinggi daripada deposito.

 

Advertisement

Dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, produk instrumen investasi menjadi lebih beragam dan mudah dinikmati secara online. Di satu sisi, hal ini menawarkan berbagai alternatif kemudahan pilihan, namun di sisi lain dapat menimbulkan kebingungan saat memutuskan dan memilih instrument investasi terbaik.

 

Saat ini sulit untuk memilih investasi reksadana, sehingga sangat disarankan agar masyarakat (terutama investor pemula) memilih investasi reksadana dengan bijak dan hati-hati. Tentu saja, sebagai pemula, Anda tidak pernah “membeli kucing dalam karung”.

 

Sedang Viral : Waspada Investasi Saham Gorengan

 

Oleh karena itu, berikut adalah delapan tips memilih reksadana yang harus diperhatikan investor pemula :

 

 

1). Teliti memilih Profil Manajer Investasi (MI)

Advertisement

Di lembar fakta reksa dana, Anda bisa melihat kinerja perusahaan pengelola investasi yang menangani aset tersebut. Oleh karena itu, lihatlah lembar Fund Fact Sheet reksadana untuk melihat pengalaman manajer investasi dalam mengelola aset yang Anda miliki, jumlah klien, dan jumlah dana yang pernah dikelola.

 

2). Patuhi strategi investasi

Pada Lembar Fund Fact sheet dapat menunjukkan rekam jejak manajer investasi dalam mengelola dana mereka. Lembar Fund Fact Sheet biasanya menunjukkan komposisi saham atau sektor yang diinvestasikan.

 

3). Amati risiko dan nilai pengembalian

Semua investasi pasti memiliki risiko, baik investasi  reksadana saham yang mencakup risiko fluktuasi harga yang terkait dengan pergerakan ekuitas. Dalam investasi kepercayaan, semakin tinggi potensi pengembalian, semakin tinggi risiko yang harus Anda tanggung. Sekarang, meminimalkan risiko dari reksa dana, atau investasi saham. Dengan imbal hasil di atas suku bunga deposito, investasi saham dan reksadana relatif stabil dan teraman dibandingkan instrument investasi lainnya.

 

Baca juga : Tips Investasi Saham Jangka Panjang dan Jangka Pendek

 

4. Periksa biaya yang harus dibayarkan oleh investor

Anda perlu mempertimbangkan biaya yang dibebankan kepada investor dalam transaksi investasi. Biaya ini biasanya termasuk biaya penjualan (redemption fee), biaya pembelian (subscription fee), dan biaya pengalihan (switching fee). Oleh karena itu, pastikan untuk membeli reksadana investasi di MI, atau membeli sekuritas yang tidak dipungut biaya atau gratis.

Advertisement

 

5). Perhatikan hak investor

Perhatikan  dengan baik hak-hak pemilik unit penyertaan investasi saham dan reksadana. Jangan sampai investor merasa dirugikan. Misalnya, Anda mungkin tidak menerima bukti atau konfirmasi penyertaan reksadana, menerima bagian laba atas investasi yang tidak sesuai dengan kebijakan atas investasi, atau menjual sebagian atau seluruh unit penyertaan saham.

 

6). Silakan periksa kebijakan investasi Anda

Lembar Fund Fact Sheet tersebut juga memberikan gambaran umum dan informasi tentang strategi investasi manajer investasi (MI). Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan alokasi dana pada investasi saham dan reksadana, serta jumlah dana yang digunakan untuk berinvestasi di saham, reksadana, dan komoditas lainnya.

 

7). Periksa total dana pengelolaan

Selain itu, investor juga perlu meninjau dan memperhatikan seberapa besar jumlah dana kelola oleh MI tersebut. Karena semakin besar dana kelolaan, maka semakin bagus dan terpercaya Manajer Investasi  tersebut dalam mengelola dana investor.

 

Baca juga : Apakah BI Checking Penting? Cek Skor BI Checkingmu Disini

 

 8). Pilih investasi saham yang berkinerja terbaik

Sederhananya, investor pemula disarankan untuk tidak memilih dan membeli investasi saham dan reksadana yang tumbuh lebih lambat dari grafik IHSG.

 

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk Tips Memilih Reksadana agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari. Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi.

. Tips Memilih Reksadana

 

Advertisement

✅REKOMENDED:  5 Tips Trading Saham untuk Investor Pemula dan Milenial