Tips Sukses Bisnis Kuliner Rumahan

Hallo Sobat Sulawesi, Artikel kali ini kamu suguhkan untuk sobat yang ingin mencoba membangun Bisnis Kuliner Rumahan.

Advertisement

Buat orang- orang yang suka memasak, beraktifitas di dapur merupakan hal yang mengasyikkan dan menyengkan, dan bahkan kadangkala juga menenangkan. Bahkan banyak dari mereka yang suka memasak menjadikan hobinya menjadi sumber pemasukan tambahan keuangan keluarga.

Advertisement

Bila Anda perhatikan dan amati di media social, seperti Instagram ataupun Facebook. Disana terdapat banyak akun yang menawarkan bermacam produk makanan serta minuman rumahan. Mulai dari salmon mentai yang sedang popular saat ini, bermacam jenis minuman kopi susu yang sangat diminati banyak orang, sampai kudapan manis yaitu aneka kue kering, kue soes serta cakes lezat. Serta yang mengejutkan lagi adalah bahwa omzet yang didapatkan para pebisnis rumahan ini lumayan besar lho.

 

Baca Juga : Cara Jitu Untuk Meningkatkan Strategi Penjualan

Advertisement

 

Apakah Anda juga tertarik untuk mencoba dan menekuni bisnis kuliner rumahan?

Tips Memulai Bisnis Kuliner Dari Rumah
Tips Memulai Bisnis Kuliner Dari Rumah

 

Berikut ada beberapa tips dan panduan agar Anda sukses memulai bisnis kuliner rumahan dari Sutie Rahyono. Simak informasi selengkapnya dibawah ini :

 

1. Tentukan Jenis Menu Andalan

Apakah Anda memiliki menu dan resep andalan yang biasa Anda masak untuk keluarga? Bisa berupa menu Lauk pauk, Sayur atau bahkan jenis kue kering atau kue basah. Atau jika Anda juga pandai meracik menu minuman, Anda bisa menjadikannya sebagai salah satu menu dalam usaha Anda.

Tetapi sebaiknya Anda tentukan terlebih dahulu jenis makanan atau minuman yang akan Anda pasarkan. Kemudian lakukan riset lengkap mengenai menu pilihan Anda itu. Anda tidak perlu menu yang sangat banyak dan bervarias. Karena bahkan hanya dengan pilihan yang terbatas pun, Anda sudah bisa memulai bisnis kuliner.

Salah satu cara riset kecil-kecilan yang dapat Anda lakukan adalah dengan cara membuat sample makanan. Sampel makanan ini dapat berupa kue-kue atau makanan berat dalam porsi kecil, yang bisa Anda bawa saat berkumpul bersama teman-teman atau saat ada acara arisan. Setelah memberikan sampel, kemudia Anda bisa meminta testimoni jujur dari mereka mengenai makanan yang Anda bagikan. Dari testimony ini Anda bisa menentukan, mana menu yang layak dijual atau menu yang harus diperbaiki kualitas dan rasanya sesuai dengan masukan dari teman-teman Anda. Anda juga bisa menyusun Paket Menu Andalan berdasarkan testimony dari teman-teman.

 

2. Berinvestasi dalam peralatan masak

Saat memulai berbinis kuliner, Anda tentu menggunakan peralatan memasak ala kadarnya sesuai dengan alat yang tersedia pada dapur Anda. Tetapi, memasak untuk konsumsi pribadi keluarga dan memasak untuk bisnis tentu saja berbeda. Memasak untuk keperluan bisnis biasanya membutuhkan peralatan yang berbeda dan lebih lengkap. Alat masak ini juga bisa menentukan kualitas, kebersihan dan hasil masakan yang disajikan.

Berinvestasi pada alat masak untuk produksi dalam skala besar akan baik untuk bisnis Anda ke depannya. Tentu saja Anda wajib memilih peralatan memasak yang yang mutunya terjamin dan sesuai dengan kebutuhan, agar bisa di gunakan dalam jangka panjang. Tetapi Anda tidak perlu terburu-buru membeli peralatan masak sekaligus.

Advertisement

Anda bisa membeli dengan menyesuaikan budget yang ada. Atau bisa juga dengan membeli satu per satu ketika Anda membutuhkannya, agar gak memberatkan modal di awal memulai berbisnis.

 

 3. Menentukan harga jual

Modal usaha untuk berbisnis kuliner ada beberapa yang harus Anda perhatikan. Beberapa diantaranya adalah modal untuk bahan makanan, modal peralatan usaha, modal kemasan, dan persaingan dengan pemilik bisnis serupa adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Hal diatas bisa membantu dalam menentukan harga jual produk Anda.

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan biaya lainnya seperti gaji asisten (jika kamu punya tim produksi yang membantumu ), produk yang gagal,  biaya listrik atau gas, dan lainnya. Anda juga perlu menghitung margin alias keuntungan ingin Anda dapatkan dari harga tersebut. Hitung yang cermat agar Anda tidak mengalami kerugian saat menjalankan bisnis ini.

Baca Juga : Apakah Skor BI Checkiug Penting? Cek Berapa Skor BI Cheking Anda Disini 

 

4. Mengembangkan kreativitas produk

Berbisnis di masa sekarang, kreativitas adalah menjadi salah satu aspek yang penting. Dalam bersbisni kulinerpun Anda dituntut untuk selalu berkreatifitas dengan produk makanan yang Anda jual. Kreativitas Anda pada bisnis kuliner, dapat disalurkan dalam beberapa hal.

 

Pertama, Berkreatifitas dalam bentuk produk makanan atau minuman itu sendiri. Anda bisa membuat  keunikan untuk membuat produk yang berbeda dengan produk sejenis yang beredar di pasaran.

Kedua, Berkreatifitas dalam segi kemasan produk. Semakin menarik dan unik kemasan yang Anda gunakan, maka semakin tinggi potensi produk Anda dimintai oleh konsumen. Anda bisa menciptakan sesuatu yang unik dan mudah di ingat oleh konsumen — seperti desain dan logo khusus pada kemasan. Jadikan produk Anda unik dan menarik dari segi isi hingga tampilan kemasan agar produk jadi menonjol di mata calon konsumen.

 

5. Menentukan strategi penjualan

Sebelum memulai Bisnis Kuliner Rumahan, ada baiknya Anda menentukan Strategi Penjualan seperti apakah yang akan Anda gunakan.

Contohnya : apakah Anda berencana untuk memasak setiap hari? Apakah Anda memasak sendiri atau di bantu asisten? Apakah Anda menyediakan opsi pengantaran makanan pada konsumen? Dengan strategi apa Anda akan memasarkan produk —online atau ikut bazar?

Semua hal-hal tersebut harus Anda tentukan sebelum memulai bisnis kuliner.

Waktu penjualan yang spesial dapat juga Anda jadikan strategi. Anda bisa mengadakan pre-order setiap minggu, setiap bulan, atau pada tanggal-tanggal tertentu. Jelaskan dan cantumkan semua informasi ini pada flyer promosi. Agar para calon konsumen mengetahui dan mengerti sistem penjualan yang berlaku ya.

Selain itu, Anda dapat juga memaksimalkan penggunaan social media untuk memperkenalkan dan memperluas pemasaran produk. Jika Anda lebih suka memakai Instagram untuk berpromosi, maka Anda bisa menyiapkan materi foto yang cantik untuk dipublikasikan dalam Instagram secara berkala. Feeds yang rapi dan bersih, bisa meningkatkan perhatian orang calon pelanggan. Posting juga testimony pelanggan Anda dalam Instagram, untuk memperlihatkan bahwa banyak yang sudah puas dengan produk Anda. Bisa saja calon pelangggan yang melihat dari Feeds IG, kemudian tertarik dan membeli produk Anda.

 

6. Senantiasa BerInovasi

Setelah bisnis Anda mulai berjalan, sebaiknya jangan cepat merasa nyaman. Anda harus senantiasa melakukan invovasi bisnis agar bisa bertahan ditengah ketatnya persaingan bisnis. Bila Anda kurang sigap berinovasi, maka bisnis Anda akan mengalami penurunan atau bahkan kehilangan pelanggan.

Melakukan beberapa perubahan yang sesuai dengan keinginan pasar adalah ide yang cukup bagus. Seperti contoh : Anda bisa membuat menu seasonal, menu paket, atau menambah variasi menu setengah 6 bulan sekali. Atau secara berkala, Anda juga bisa mengganti desain dan bentuk kemasan, atau membuat kemasan edisi khusus berkaitan dengan Menu Seasonal.

7. Mengurus perizinan

Jika kedepannya bisnis Anda sudah semakin besar dan serius, maka akan lebih baik lagi jika Anda mempertimbangkan untuk mengurus izin atau sertifikasi khusus. Izin dari instansi tepercaya akan membuat produk Anda lebih terjamin di mata konsumen.

Ada beberapa jenis perijinan yang bisa Anda dapatkan, seperti Ijin dari Dinas Kesehatan, atau Ijin Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). ***

 

Baca Juga : Tips Menghemat Keuangan

Advertisement

✅REKOMENDED:  Aplikasi Trading Saham Terbaik