Waspada Saham Gorengan, Wahai Para Investor Newbie

Sulawesinews.com – Wapada Saham Gorengan. Publik dihebohkan dengan gejolak keuangan antara PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia PT Asabri (Persero). Salah satu persoalan yang mendera Jiwasraya dan Asabri adalah terkait pengelolaan investasi. Asabri menerapkan model pengelolaan yang serupa dengan Jiwasraya dalam pengelolaan dana investasi.

 

Kedua model manajemen investasi tersebut didasarkan pada saham berkualitas buruk atau saham yang biasa dikenal dengan Saham Gorengan. Keduanya mengelola dana investasi saham gorengan. Akibatnya, baik Jiwasraya maupun Asabri kekurangan pasokan pemasukan karena salah urus dana penempatan investasi.

 

Baca juga : Kenali Pengertian dan Ciri Saham Gorengan

 

Portofolio ekuitas Asabri dilaporkan turun 90%. Kerugiannya disebut berjumlah triliunan rupiah. Di sisi lain, Saham Gorengan yang dibidik Jiwasraya tampaknya karena kesalahan investasi oleh tim manajemen sebelumnya. Jiwasraya banyak berinvestasi pada aset berisiko tinggi dan mengejar pengembalian investasi yang tinggi (high return).

✅REKOMENDED:  Ingin Merintis Wirausaha? 6 Rekomendasi Bisnis Rumahan Dan Tips Menghindari Kerugian

Menariknya, Jiwasraya juga diduga melakukan rekayasa harga saham. Dalam metode ini, saham mahal yang dibeli Jiwasraya dijual kepada perusahaan pengelola investasi dengan harga negosiasi (di atas harga perolehan), dan kemudian dibeli kembali oleh tim Jiwasraya.

 

Biarkan wilayah hukum membuktikannya, terlepas dari motivasi tertentu atau faktor Sengaja atau tidak sengaja dalam mengelola investasi dari kedua perusahaan di atas.

Disini penulis hanya ingin menyampaikan pentingnya kewaspadaan bagi investor pasar modal terhadap Saham Gorengan.  

 

Sedang Viral : Mengenal Jenis-Jenis Investasi Saham berserta Contohnya

 

Cara Kerja Saham Gorengan

 

Pada dasarnya Saham gorengan itu identik dengan harga yang murah dengan fundamental manajemen yang tidak jelas. Sangat perlu untuk waspada Saham Gorengan bagi para investor (investor institusional atau individu), terutama investor pemula. Tak heran, investor saham pemula kerap disarankan untuk tidak bermain-main dengan saham gorengan jika tidak ingin mengalami kerugian.

✅REKOMENDED:  Hindari Pembelian Impulsif

 

Mengapa demikian? Pada dasarnya dalam kinerja invetasi saham, Kinerja Saham Gorengan ini memang sengaja dimainkan (digoreng). Secara tampilan laporan grafiknya sangat Fluktuatif dan cepat melejit. Tetapi cepat juga anjlok harga sahamnya.

 

Fluktuasi Saham yang berlebihan tentu “menakutkan”, namun di sisi lain sangat menarik karena dapat memberikan keuntungan (return) yang besar dalam waktu yang singkat. Namun, karena saham gorengan ini memang dimainkan kinerjanya, banyak investor tergoda untuk masuk. Sayangnya, endingnya adalah kerugian yang akan di dapatkan investor. Harga saham jelas melonjak, menggoda investor, dan tragisnya, mereka jatuh tajam begitu saham dibeli. Investor hanya bisa gigit jari dan tidak mendapatkan apa-apa.

 

Oleh karena itu, tentunya penting bagi investor saham untuk memilih investasi saham dengan fundamental yang baik dengan mengetahui isi kandungan saham yang bersangkutan dengan melalui analisa dua senjata, yaitu fundamental analisi dan analisis teknikal, dan bukan hanya berdasarkan tebak-tebakan dan spekulasi semata.

✅REKOMENDED:  Ini Benefit Berinvestasi Reksadana Bagi Setiap Investor

 

Saham yang memiliki fundamental dan teknikal yang sangat baik berarti saham yang tergolong saham Blue Chip. Ciri-cirinya sudah umum diketahui, jenis usahanya jelas, produknya laris di pasaran, memiliki semangat dan kinerja yang baik, fundamental yang baik dan dikelola oleh para profesional. Saham bagus (Blue Chips) juga dikenal sebagai saham unggulan atau Saham Papan Atas.

 

Itulah beberapa penjelasan mengenai Saham Gorengan. Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi!

. Waspada Saham Gorengan

 

Paling Banyak Dibaca :